Siapkah Indonesia Wujudkan SDGs Akses Layanan Air Bersih?
Seperti yang kita ketahui bahwa negara Indonesia dikenal dengan sumber daya alam yang melimpah, dalam hal ini termasuk sumber daya air.
Negara kita adalah negara kepulauan terbesar di dunia dimana negara kepulauan memiliki arti bahwa suatu negara itu terdiri atas satu gugus kepulauan besar atau lebih dan dapat mencakup pulau-pulau lain. Serta dipisahkan oleh perairan yang luas.
Namun kita masih sering mendengar bahwa masyarakat di sekitar saat ini masih ada yang kekurangan air bersih.
Baca juga: Presiden Jokowi Ungkap Tantangan Dunia di High-level Dialogue on Global Development
Indonesia adalah negara yang memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau Di satu sisi, negara Indonesia begitu rentan dengan kekeringan ketika musim kemarau, tapi juga rawan banjir ketika musim hujan datang.
Hal ini disebabkan oleh curah hujan tinggi, penyerapan air ke tanah dan drainase yang buruk. Dari tahun ke tahun, banjir selalu menjadi masalah besar dan berisiko semakin parah. Pencemaran sungai oleh sampah juga menjadi masalah terkait air bersih.
Baca juga: Ekonomi Berbasis Pengetahuan dan Peran Universitas
Berdasarkan hasil Studi Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT) di Indonesia oleh Kementerian Kesehatan pada tahun 2021, memperlihatkan bahwa akses air minum layak mencapai 93 persen di mana 97 persen ada di perkotaan dan 87 persen di pedesaan.
Sedangkan akses air minum aman hanya 11,9 persen di mana 15 persen di perkotaan dan 8 persen di pedesaan. Akses air minum layak dan aman ini merupakan dua indikator yang berbeda.




