Indrawan Husairi: Harlah 1 Abad NU Haris Jadi Momentum Penguatan Jaringan Pesantren

Mohd Indrawan Husairi

“Kontribusi yang sangat besar kepada Indonesia, dalam rangka menguatkan sumber daya manusia dan membangun peradaban,” tambahnya.

Ketiga, Nahdlatul Ulama juga punya generasi pejuang, aktivis dan politisi yang punya visi dan nilai etika untuk menjadikan Indonesia bangsa yang besar.

“Warga Nahdlatul Ulama dalam berbagai kiprahnya, memiliki prinsip, sikap dan fondasi moral yang kokoh,” lanjutnya.

Baca Juga: Gerak Cepat PBNU Sudah Punya Kantor di Ibu Kota Negara Baru

Bacaan Lainnya

Begitu juga dengan politisi dan birokrat Nahdliyyin yang saat ini berada di ranah legislatif dan eksekutif, mereka dibekali landasan moral untuk berjuang demi rakyat.

Pondasi moral dari pesantren dan kultur NU menjadi sangat penting untuk memperjuangkan aspirasi warga di ruang politik, dengan pedoman Fiqh Siyasah (fikih politik).

Baca Juga: Prabowo Serahkan Bantuan Motor ke Babinsa TNI di Banyuwangi Hingga Temui Ulama

Keempat, seperti di Jambi, relasi keIslaman dan kebangsaan menjadi fondasi stabilitas sosial. Nilai-nilai keIslaman dan kebangsaan yang dipraktekkan oleh para kiai Nahdliyyin sudah saatnya menjadi nilai-nilai bersama yang semakin disebarluaskan untuk kebaikan ummat.

“Apa yang sering disampaikan almarhum Datuk, Orang Tua dan Paman kami di Pesantren As’ad Jambi tentang perjuangan dan pengabdian di masyarakat dan Nahdlatul Ulama menjadi pondasi prinsip saya untuk mengabdi dan berjuang selama ini,” tambahnya.

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi Suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *