Cara Kerja Robot Pengisi Daya Hyundai
Setelah pengisian selesai, robot melepas pengisi daya, mengembalikannya ke tempat yang seharusnya, dan menutup penutup port pengisian kendaraan.
“ACR akan membantu membuat pengisian daya EV menjadi lebih mudah dan nyaman, terutama di lingkungan yang gelap,” kata Dong Jin Hyun (2/4/2023).
“Ini juga akan meningkatkan aksesibilitas, terutama bagi orang-orang dengan hambatan mobilitas, karena kabel pengisi daya menjadi lebih tebal dan lebih berat untuk memungkinkan pengisian daya berkecepatan tinggi,” lanjutnya.
Dong Jin Hyun mengatakan Grup Hyundai akan terus mengembangkan ACR untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan, sehingga semua pelanggan EV dapat memanfaatkannya di stasiun pengisian daya.
Baca Juga: IIMS 2023: Wuling Tampilkan Modifikasi Mobil Air EV Daily Sporty Concept
ACR, yang sekilas tampak sederhana, adalah contoh teknologi robot canggih. Lab Robotika Grup Hyundai telah mempertimbangkan beragam variabel dalam mengembangkannya.
Seperti lokasi parkir kendaraan, bentuk port pengisian daya, cuaca, potensi hambatan, dan berat kabel pengisi daya.
Baca Juga: Honda Resmi Gandeng LG Dirikan Pabrik Produsen Baterai Mobil Listrik di Amerika Serikat
Agar robot dapat memasang pengisi daya ke port pengisian daya dengan aman, diperlukan teknologi perangkat lunak yang dapat secara bersamaan menghitung beberapa variabel ini.
Untuk tujuan ini, Hyundai telah mengembangkan algoritme yang menerapkan teknologi AI berbasis kamera 3D untuk robot, dan teknologi kontrol generasi mendatang.
Berdasarkan aplikasi ini memungkinkan robot menangani pengisi daya berat secara akurat.





2 Komentar