“Saya percaya Nusantara akan menjadi driving force model pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia serta menjadi kota yang indah, modern, hijau, dan ramah lingkungan. Saya juga berharap dapat berkunjung ke Indonesia dan Ibukota baru di masa mendatang”, ujar Maulen Ashimbayev.
Maulen Ashimbayev juga menyampaikan keberhasilan Astana sebagai ibukota baru Kazakhstan yang sebelumnya terletak di Almaty.
Hal itu, merupakan simbol independensi, integritas dan pengembangan potensi ekonomi Kazakhstan.
Baca Juga: Nissan Bakal Rilis 19 Model Mobil Listrik Baru Hingga 2030 Siap Kuasai Pasar Global
Saat ini, GDP Astana sudah tumbuh 230 kali lipat dari 25 tahun lalu ketika baru pindah, dan populasinya sudah bertumbuh lima kali lipat menjadi 1,3 juta jiwa.
Perpindahan ibukota tidak berarti Almaty dilupakan. Kota ini tetap menyandang status khusus dan diperlengkapi dengan UU dan peraturan terkait yang mendukung Almaty sebagai kota bisnis dan pusat finansial, kota ilmu pengetahuan dan akademi, serta kota dengan industri UMKM yang kuat.
Baca Juga: IIMS 2023: Wuling Tampilkan Modifikasi Mobil Air EV Daily Sporty Concept
Sementara itu, Nono Sampono, meyampaikan harapannya agar DPD RI dan Senat Kazakhstan dapat menjadi mitra erat untuk bersama-sama memperkuat hubungan bilateral kedua negara ekonomi terbesar di region masing-masing.
Terlebih di masa selebrasi 30 tahun usia hubungan bilateral kedua negara yang jatuh di tahun 2023.





1 Komentar