JAKARTA – Capaian beras nasional Indonesia yang melonjak hingga 5 juta ton diapresiasi oleh banyak pihak. Salah satunya Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung.
Anggota DPD dari Dapil Sulawesi Selatan itu menilai capaian tersebut menjadi bukti konkret bahwa arah kebijakan pangan nasional berada di jalur yang tepat dalam memperkuat ketahanan sekaligus kedaulatan pangan Indonesia, terutama dari perspektif daerah sebagai basis produksi.
“Cadangan beras yang hampir menyentuh 5 juta ton ini harus dibaca sebagai keberhasilan kolektif, terutama kerja keras petani di daerah. Ini adalah fondasi penting menuju swasembada pangan yang berkelanjutan,” katanya dikutip dari Antara.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai terobosan yang dilakukan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, khususnya dalam menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi, perbaikan tata kelola distribusi, serta percepatan rehabilitasi jaringan irigasi di sentra-sentra produksi pangan daerah.
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan produksi nasional harus diiringi dengan penguatan ekosistem pertanian di daerah secara menyeluruh.
“Ketika pupuk tersedia, irigasi diperbaiki, dan kebijakan berpihak pada petani daerah, maka produksi meningkat. Akan tetapi, tugas kita belum selesai, hasil produksi ini harus terdistribusi secara adil hingga ke seluruh wilayah, tanpa menciptakan disparitas baru,” ucapnya.
Lebih lanjut, politikus itu juga mengapresiasi program swasembada pangan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, program swasembada itu mulai menunjukkan dampak nyata dengan diiringi perbaikan kesejahteraan petani.
Hal itu tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan indeks harga yang diterima petani padi konsisten berada di atas 130 poin sejak Juni 2024. Bahkan, pada Maret 2026, indeks tersebut mencapai 144,52, meningkat dibandingkan Maret 2025 yang berada di level 137,94.
“Ini indikator kuat bahwa kebijakan pangan tidak hanya fokus pada output produksi, tetapi juga menjaga nilai ekonomi yang diterima petani. Artinya kesejahteraan petani-petani di daerah ikut terdongkrak,” katanya.
Adapun Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menyatakan, stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog telah menembus 5.000.198 ton per 23 April 2026 pukul 08.55 WIB.
Ia menyebut capaian tersebut menjadi yang pertama dalam sejarah Indonesia sekaligus menandai tingginya cadangan beras nasional pada periode April yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah terus menambah kapasitas penyimpanan melalui penyewaan gudang guna menampung peningkatan produksi dan cadangan beras nasional.
(*)




