SURAPANTAU.COM, ENREKANG – Di tengah derasnya arus uang dan aktivitas jual beli tanpa henti di Pasar Agro Desa Sumillan, Kecamatan Alla, bau menyengat dari tumpukan sampah menjadi penanda lain dari denyut ekonomi pasar.
Pasar sayur terbesar di Kabupaten Enrekang dan terbesar di Sulawesi ini tak hanya menyuplai kebutuhan logistik lintas daerah, tetapi juga memberi kontribusi rutin bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Namun, di balik geliat ekonomi itu, fasilitas dasar seperti pengelolaan sampah justru luput dari perhatian pemerintah. Sejak Ramadan lalu hingga usai Idul Adha, pengguna pasar mencatat satu hal tak berubah yakni gunungan sampah yang terus membusuk di sekitar area jual beli.
“Kami bayar retribusi tiap bulan, belum termasuk pungutan kendaraan. Tapi yang kami hirup malah bau busuk, bukan layanan publik,” kata Ono, salah satu pedagang, melalui unggahan di media sosialnya, Selasa (10/6).
Pasar Agro bukan pasar musiman. Ia hidup 24 jam. Truk datang dan pergi membawa kol, tomat, cabai, kentang. Tapi di sela-sela itu, penyakit juga ikut datang dari udara yang dipenuhi amonia sisa organik yang membusuk. Keluhan tentang gangguan pernapasan mulai terdengar, seiring minimnya pengelolaan lingkungan.
Sementara itu, program andalan pemerintah daerah “peningkatan layanan publik” tetap menjadi jargon yang lebih banyak terdengar di atas podium ketimbang di lapangan. Kantor-kantor dingin ber-AC tetap nyaman, sementara aroma pasar kian tak tertahankan.
“Pejabat enak di ruang sejuk, kami di sini harus pakai masker kain bukan karena COVID, tapi karena sampah,” tulis pengguna lainnya dalam kolom komentar.
Belum lagi soal parkir dan kemacetan. Pada jam-jam sibuk, pasar berubah jadi labirin kendaraan. Tidak ada manajemen lalu lintas, tidak ada penataan parkir. Hanya deru mesin dan suara klakson yang berlomba.
Ironinya, rumah pribadi bupati terletak tak jauh dari lokasi pasar. Namun sejak dilantik, warga mengaku belum melihat kunjungan resmi ke sana. “Jangan cuma sibuk hadiri syukuran, lihat juga kerja petugas di lapangan. Seratus hari kerja mestinya bukan seratus hari diam,” kata pengguna media sosial lain.




