JAKARTA – Vaksin Demam Berdarah Dengue (Dengue) merupakan salah satu cara untuk melakukan pengendalian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue.
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini banyak ditemukan di negara tropis seperti Indonesia dan dapat menyebabkan gejala yang parah seperti demam tinggi, nyeri otot, mual, dan pendarahan.
Dalam kasus yang parah, DBD dapat berujung pada kematian.
Kenapa Vaksin DBD Penting?
Pencegahan merupakan langkah terbaik untuk melawan DBD, dan salah satu bentuk pencegahan yang kini tersedia adalah vaksin. Vaksin Demam Berdarah Dengue (Dengue) bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat virus dengue dengan membentuk kekebalan tubuh terhadap keempat serotipe virus dengue (DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4).
Baca Juga: Cek Kesehatan Gratis Ojol Kebijakan Presiden Prabowo Tidak Semua Negara Punya
Jenis Vaksin DBD yang Tersedia
Saat ini, dua jenis vaksin DBD telah dikembangkan dan digunakan di beberapa negara, termasuk Indonesia:
- Dengvaxia (CYD-TDV)
- Qdenga (TAK-003)
Dengvaxia (CYD-TDV)
Vaksin buatan Sanofi Pasteur ini adalah vaksin dengue pertama yang disetujui oleh WHO.
Direkomendasikan untuk orang berusia 9–45 tahun yang sebelumnya pernah terinfeksi virus dengue.
Tidak disarankan untuk orang yang belum pernah terkena dengue karena dapat meningkatkan risiko gejala berat jika terkena infeksi setelah vaksinasi.
Qdenga (TAK-003)
Vaksin ini dikembangkan oleh Takeda dan telah mendapatkan izin edar di beberapa negara, termasuk Indonesia.
Qdenga dapat diberikan kepada anak usia 6 tahun ke atas tanpa harus melalui uji antibodi sebelumnya.
Terbukti efektif untuk memberikan perlindungan terhadap keempat serotipe dengue.
Baca Juga: Penyebab Katarak dan Cara Mencegahnya Menjaga Kesehatan Mata
Siapa yang Harus Divaksin?
Berikut ini beberapa kriteria yang harus di Vaksin Vaksin Demam Berdarah Dengue (Dengue) :
- Anak-anak dan remaja yang tinggal di daerah endemik DBD.
- Orang dewasa yang sering bepergian ke wilayah tropis.
- Individu yang memiliki riwayat DBD dan ingin meningkatkan kekebalan terhadap serotipe lain.
Namun, vaksinasi harus tetap dilakukan setelah berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mengetahui apakah seseorang layak menerima vaksin, terutama untuk Dengvaxia yang hanya cocok untuk orang yang sudah pernah terinfeksi.
Efektivitas dan Keamanan
Studi menunjukkan bahwa vaksin DBD dapat menurunkan risiko terkena dengue bergejala hingga 80%, dan menurunkan risiko rawat inap akibat DBD secara signifikan. Efek sampingnya relatif ringan, seperti nyeri di tempat suntikan, demam ringan, atau kelelahan, yang umumnya hilang dalam beberapa hari.
Baca Juga: Cek Kesehatan Gratis, Program Terbesar dalam Sejarah Kesehatan Indonesia
Peran Vaksin dalam Upaya Pengendalian DBD
Meski vaksin adalah senjata penting dalam melawan DBD, pencegahan tidak hanya berhenti di sana. Vaksin DBD harus diiringi dengan langkah-langkah pengendalian lainnya seperti:
- Menguras dan menutup tempat penampungan air.
- Menghindari gigitan nyamuk dengan menggunakan lotion anti-nyamuk.
- Menjaga kebersihan lingkungan agar nyamuk tidak berkembang biak.
Kesimpulan
Vaksin DBD merupakan inovasi penting dalam dunia kesehatan, khususnya di negara seperti Indonesia yang rawan terhadap wabah demam berdarah.
Dengan meningkatnya akses terhadap vaksin seperti Qdenga dan Dengvaxia, masyarakat kini memiliki perlindungan tambahan untuk melawan ancaman penyakit yang telah lama menjadi momok ini.
Namun, vaksinasi tetap harus dilakukan secara bijak dan diiringi dengan langkah pencegahan lainnya untuk hasil yang maksimal.
(***)




