Penanaman Pohon Universitas Andalas Restorasi Kawasan Terdampak Banjir Bandang

SUARA PANTAU — Universitas Andalas (Unand) melaksanakan kegiatan penanaman pohon secara serentak di sejumlah kawasan terdampak banjir bandang (galodo) di Kawasan daerah terdampak Sumatera Barat, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat bertajuk,

Restorasi Kawasan Terdampak Banjir Bandang di Beberapa Lokasi Provinsi Sumatera Barat melalui Pendekatan Agroforestri.”

Kegiatan penanaman dilaksanakan secara serentak di sejumlah wilayah terdampak, meliputi Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Solok, dan Kota Padang.

Bacaan Lainnya

Di Kabupaten Agam, kegiatan mencakup sejumlah wilayah seperti Nagari Koto Kaciak, Ampek Koto Palembayan, Sariak, dan Sungai Landia.

Sementara itu, lokasi lainnya berada di Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman; Nagari Koto Sani, Kabupaten Solok; desa Pakasai di Kota Pariaman; serta Kecamatan Pauh, Kota Padang.

Program ini merupakan respons Universitas Andalas terhadap dampak banjir bandang yang terjadi pada November 2025 lalu.

Bencana tersebut menyebabkan kerusakan pada berbagai kawasan pertanian, perkebunan, hutan, daerah aliran sungai, serta permukiman.

Pasca-bencana, sebagian kawasan masih mengalami kehilangan tutupan vegetasi sehingga membutuhkan upaya restorasi untuk mengembalikan fungsi ekologis sekaligus mendukung pemulihan ekonomi masyarakat. 

Melalui pendekatan agroforestri, kegiatan tidak hanya diarahkan pada penghijauan, tetapi juga pada pemulihan fungsi lingkungan dan pengembangan tanaman yang memiliki manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Jenis tanaman yang digunakan disesuaikan dengan kondisi agroklimat dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Beberapa tanaman yang menjadi bagian dari program antara lain tanaman kehutanan seperti andalas, damar, sungkai, meranti dan mahoni, serta tanaman produktif seperti aren, durian, alpukat, manggis, petai, kemiri dan nangka. 

Rektor Universitas Andalas Dr. Efa Yonnedi, SE. MPPM, Akt, CA, CRGP. bersama jajaran pimpinan universitas, Kadis Kehutanan Sumbar bapak Dr. Ferdinal Asmin, Camat Pauh, Lurah Kapalo Koto dan Lurah Lambung Bukik, karang taruna dan Masyarakat. Sementara penanaman serentak juga dilakukan di 7 lokasi KKN dipimpin oleh masing-masing Walinagari serta didampingi juga oleh mahaiswa KKN mendukung pelaksanaan penanaman serentak ini.

Keterlibatan mahasiswa KKN menjadi bagian penting dalam program karena mahasiswa tidak hanya berperan dalam proses penanaman, tetapi juga dalam pendataan, pendampingan masyarakat, serta pemeliharaan awal tanaman di lokasi masing-masing.

Foto penanaman simbolis yang dilakukan oleh rektor Universitas Andalas bapak Dr. Efa Yonnedi, SE. MPPM, Akt, CA, CRGP di Kawasan Batu Busuak, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Padang

Kegiatan penanaman diawali dengan identifikasi kawasan terdampak, pendataan kebutuhan bibit, penentuan lokasi dan jenis tanaman, serta persiapan lubang tanam.

Setelah itu, bibit didistribusikan ke lokasi sasaran untuk ditanam bersama masyarakat dan mahasiswa.

Rangkaian kegiatan tersebut telah dirancang secara partisipatif dengan melibatkan pemerintah daerah, perangkat nagari, tokoh masyarakat, mahasiswa KKN, dan masyarakat penerima manfaat. 

Program restorasi ini menargetkan penanaman 5.000 batang berbagai jenis tanaman di kawasan terdampak.

Selain penanaman, Universitas Andalas juga akan melakukan pendampingan dan monitoring terhadap tanaman yang telah ditanam untuk melihat tingkat keberhasilan pertumbuhannya. 

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam mempercepat pemulihan kawasan pascabencana.

Vegetasi yang kembali tumbuh di kawasan terdampak diharapkan dapat membantu mengurangi erosi, memperkuat struktur tanah, meningkatkan infiltrasi air, serta mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.

Di sisi lain, tanaman produktif yang dikembangkan melalui pendekatan agroforestri diharapkan dapat kembali menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Universitas Andalas tidak hanya hadir dalam fase tanggap darurat, tetapi juga mengambil bagian dalam pemulihan dan pembangunan kembali kawasan terdampak secara berkelanjutan.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat diharapkan dapat membangun kawasan yang lebih hijau, tangguh, produktif, dan berkelanjutan.

“Menanam Harapan, Memulihkan Alam, Membangun Kehidupan yang Berkelanjutan” menjadi semangat utama kegiatan restorasi kawasan terdampak banjir bandang ini.

(***)

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi Suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *