SUARAPANTAU.COM — Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW-LMND) Nusa Tenggara Barat (NTB) menitipkan sejumlah aspirasi pendidikan kepada Wakil Ketua Komisi X DPR RI, H. Lalu Hadrian Irfani, S.T., M.Si.
Aspirasi tersebut disampaikan dalam dialog publik bertajuk “Membaca Arah Pendidikan: Pemerataan Akses, Peningkatan Mutu, Kesejahteraan Guru, dan Keadilan Anggaran” di Bhumi Resto, depan UIN Mataram, Minggu (27/9/2026).
Ketua EW-LMND NTB, Arif Haryadin, mengatakan kehadiran Lalu Hadrian dalam forum tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa dan masyarakat untuk menyampaikan langsung persoalan pendidikan yang dihadapi daerah.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi. Ini merupakan kesempatan penting bagi kami untuk menyampaikan aspirasi secara langsung, terutama terkait persoalan pendidikan di NTB,” kata Arif.
Soroti Akses Beasiswa untuk Anak NTB
Salah satu aspirasi yang disampaikan EW-LMND NTB adalah perluasan akses dan kuota beasiswa bagi generasi muda NTB.
Arif berharap Lalu Hadrian dapat membawa persoalan tersebut ke tingkat kebijakan nasional, termasuk membuka akses beasiswa bagi mahasiswa pada jenjang S1 hingga S3.
“Kami berharap Bapak H. Lalu Hadrian Irfani dapat terus memperjuangkan kepentingan pendidikan masyarakat NTB, termasuk memperluas akses dan kuota beasiswa S1 maupun S2 bagi anak-anak NTB. Banyak generasi muda kita yang memiliki potensi, tetapi masih membutuhkan dukungan dan kesempatan,” ujarnya.
Selain beasiswa, dialog tersebut membahas sejumlah persoalan lain, mulai dari pemerataan akses pendidikan, peningkatan mutu sekolah, kesejahteraan guru, hingga keadilan dalam pengalokasian anggaran pendidikan.
Lalu Hadrian sendiri tercatat sebagai Wakil Ketua Komisi X DPR RI. Dalam sejumlah agenda dan pernyataan publik sebelumnya, ia juga menyampaikan perhatian terhadap persoalan pendidikan, termasuk penguatan anggaran pendidikan tinggi dan kesejahteraan guru. Antara News
Dialog Diharapkan Berlanjut ke Kebijakan
Menurut Arif, dialog publik tersebut tidak semata menjadi forum diskusi, tetapi juga ruang mempertemukan mahasiswa, akademisi, praktisi pendidikan, dan pembuat kebijakan.
Forum tersebut menghadirkan Isnaini, S.Pd., M.H., M.Pd. dari UMMAT, Assoc. Prof. Dr. Syamsuriansyah, M.M., M.Kes. dari Universitas Bima Internasional (UNBIM), serta Sadrul Imam, S.Ip., M.Ip., praktisi pendidikan NTB.
“Lewat dialog ini, kita bisa menyampaikan aspirasi secara langsung kepada DPR RI, sekaligus menjadi bahan masukan dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih berpihak pada kebutuhan masyarakat,” kata Arif.
Ia berharap isu-isu yang dibicarakan tidak berhenti dalam forum diskusi, tetapi dapat menjadi bagian dari pembahasan kebijakan pendidikan di tingkat daerah maupun nasional.
“Pendidikan adalah investasi masa depan. Karena itu, suara mahasiswa dan masyarakat harus terus didengar agar arah kebijakan pendidikan benar-benar menjawab kebutuhan daerah,” pungkasnya.




