Selain itu, tujuan diadakannya acara ini juga untuk meminimalkan kepadatan pengunjung yang hadir di daerah krapyak.
Awal Mula Tradisi Lengko
Tradisi ini termasuk tradisi baru, yang baru diadakan sekitar tahun 2022. Alasan pemilihan jajanan lengko karena, sebagian tradisi syawalan yang ada di sekitar Pekalongan menggunakan bahan baku singkong.
Melihat hal tersebut, masyarakat setempat akhirnya memutuskan untuk memilih jajanan lengko untuk dijadikan tradisi di Desa Podo.
Lengko merupakan jajanan yang terbuat dari bahan baku singkong yang diparut. Proses pemarutan singkong dilakukan oleh warga desa secara beramai-ramai sehingga menjadikan warga nya saling mengenal satu dengan lainnya.
Kemudian singkong tersebut, dibungkus menggunakan daun pisang yang biasanya terdapat irisan gula merah didalamnya.
Lengko akan lebih nikmat dimakan jika dicampurkan dengan parutan kelapa yang diberi sedikit garam untuk menambah cita rasa nikmat saat disantap dan disajikan saat masih hangat.
Lengko yang terbuat dari bahan baku singkong itu memiliki filosofi tersendiri, yaitu melambangkan kesederhanaan karena setinggi apapun pohon singkong dia tidak akan pernah sombong, dia tetap rendah hati dengan tidak menampakkan buahnya kepada orang lain.
Selain itu, singkong yang nantinya sudah diparut selanjutnya akan dibungkus dengan daun pisang melambangkan keikhlasan dan perjuangan dalam menjalani kehidupan
Lengko yang sudah siap dihidangkan.
Nantinya akan ditata secara memanjang menggunakan meja yang sudah disediakan disepanjang jalan desa tersebut.




