Kang Maman yang juga hadir dalam acara itu mengusulkan, mengapa tidak anggaran 20% APBN untuk pendidikan, sebagian untuk perbukuan.
Dan, setelah saya renungkan, memang benar. Kehidupan dan kemajuan satu gerakan tidak akan pernah terwujud, jika kebaikan tidak kita derivasikan dalam wujud kebijakan yang menghasilkan perayaan demi perayaan untuk melestarikan dan memproduksi lebih dan lebih.
Apakah Indonesia akan punya penulis hebat kelas dunia? Bisa, karena selalu ada penulis yang gigih ke sana. Tetapi lebih cepat prosesnya jika negara mendukung, memfasilitasi, bahkan terencana “memproduksi.”
Seperti itu pun organisasi, pada level dan bidang apapun. Kalau memang tidak ada upaya untuk maju dan memberi warna dalam bentuk kebijakan, semua hanya akan jadi wacana yang indah kita nyanyikan, namun abstrak dalam kenyataan.
Perayaan-perayaan yang ada hanya sebuah pelampiasan kesenangan sesaat. Bukan perayaan yang mengabadikan gagasan, warisan nilai untuk kemajuan.*
Penulis: Imam Nawawi (Pemerhati Isu Sosial dan Politik)




