SUARAPANTAU.COM, MAKASSAR – Tim peneliti Universitas Negeri Makassar (UNM) bekerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar melaksanakan uji coba aplikasi Teman Karir Inklusi, Jumat (26/9/2025).
Aplikasi ini dirancang sebagai inovasi digital untuk memperluas akses informasi lowongan kerja dan mendukung kesiapan karir bagi penyandang disabilitas.
Uji coba berlangsung di Aula Disnaker Makassar dengan melibatkan sejumlah penyandang disabilitas, antara lain penyandang tuli, daksa, tunanetra, dan grahita.
Kepala Disnaker Kota Makassar, Nielma Palamba, menegaskan bahwa pengembangan aplikasi ini menunjukkan komitmen pemerintah kota dalam menyediakan layanan ketenagakerjaan yang inklusif.
”Kami mendukung penuh pengembangan aplikasi ini. Ke depan, Wali Kota Makassar dijadwalkan akan meluncurkan aplikasi Teman Karir Inklusi secara resmi,” ujarnya.
Ketua tim peneliti, Prof. Dr. Farida Aryani, M.Pd, memaparkan bahwa aplikasi ini memuat sejumlah fitur utama, mulai dari tes minat dan kesiapan kerja, informasi lowongan kerja, hingga layanan konseling karir.
Perusahaan juga dapat mendaftarkan lowongan mereka langsung di aplikasi sehingga aksesnya terbuka lebih luas bagi penyandang disabilitas.
”Harapan kami, aplikasi ini menjadi jembatan antara penyandang disabilitas dengan dunia kerja. Dengan begitu, mereka bisa memiliki kesempatan karir yang sama sebagaimana pencari kerja lainnya,” kata Farida.
Dalam uji coba tersebut, peserta diberi kesempatan mencoba langsung fitur aplikasi dan memberikan masukan. Sebagian besar menilai aplikasi ini ramah pengguna, mudah dipahami, serta sesuai dengan kebutuhan mereka.
Selain membantu pencari kerja disabilitas, aplikasi ini diharapkan menjadi model praktik baik yang bisa diadopsi daerah lain di Indonesia.
Dengan semakin banyaknya pemerintah daerah yang berkomitmen terhadap layanan publik inklusif, aplikasi serupa dapat mempercepat transformasi digital di bidang ketenagakerjaan.
”Inklusi bukan sekadar kebijakan administratif, tetapi soal bagaimana masyarakat memberikan ruang yang sama bagi setiap orang. Dengan digitalisasi, kita bisa memperkecil jarak antara penyandang disabilitas dan kesempatan kerja yang tersedia,” jelas Farida.
Jika uji coba ini berjalan lancar, aplikasi Teman Karir Inklusi akan diluncurkan secara resmi oleh Wali Kota Makassar dalam waktu dekat.
Harapannya, platform ini dapat mengubah wajah layanan ketenagakerjaan, dari yang sebelumnya eksklusif menjadi lebih terbuka dan setara.
Upaya menghadirkan layanan ketenagakerjaan inklusif melalui teknologi digital ini selaras dengan kebijakan nasional melalui Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.
Dalam undang undang itu telah menegaskan hak penyandang disabilitas untuk memperoleh pekerjaan yang layak, termasuk kewajiban perusahaan mempekerjakan tenaga kerja disabilitas minimal 1-2 persen dari total pegawai.
Namun, implementasi kebijakan ini masih menghadapi tantangan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tingkat partisipasi angkatan kerja penyandang disabilitas masih relatif rendah dibandingkan dengan non-disabilitas.
Hambatan utama meliputi keterbatasan akses informasi, stigma sosial, serta minimnya dukungan teknis dari perusahaan. Dalam konteks ini, aplikasi Teman Karir Inklusi dapat menjadi solusi praktis untuk mengurangi kesenjangan tersebut.
Platform digital memungkinkan informasi lowongan kerja disabilitas tersaji secara lebih terpusat, transparan, dan dapat diakses kapan saja. (*)




