SUARA PANTAU – Don Muzakir adalah seorang pemimpin organisasi pertanian dan tokoh masyarakat di Indonesia, yang dikenal aktif dalam memperjuangkan hak petani, ketahanan pangan nasional, serta dukungan terhadap kebijakan pemerintah di sektor pertanian.
Nama Don Muzakir kerap muncul di berbagai kegiatan strategis dan pemberdayaan petani di berbagai daerah.
Siapa Don Muzakir?
Don Muzakir adalah Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia (TMI).
Sebuah organisasi yang fokus pada pemberdayaan petani dan ketahanan pangan. Di bawah kepemimpinannya, TMI aktif menggalang dukungan untuk program pemerintah, serta bekerja bersama kelompok petani di berbagai provinsi.
Dia dikenal sebagai figur yang vokal dalam berbagai isu agraria dan produksi pangan, serta sering tampil di berbagai pelantikan, pertemuan, dan kegiatan kemasyarakatan untuk mengadvokasi kepentingan petani.
Sebagai Ketua Umum TMI, Don Muzakir memimpin organisasi ini dalam mendorong kemandirian petani, pendidikan pertanian.
Serta pelatihan teknis di lapangan. Ia menekankan pentingnya sinergi antara TMI dan pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Baca Juga: Profil Mayjen TNI Kosasih Pangdam III/Siliwangi Eks Staf Ahli Menhan Prabowo
Fokus pada Ketahanan Pangan
Don Muzakir secara konsisten menyerukan dukungan terhadap program ketahanan pangan, khususnya visi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan swasembada pangan dan kesejahteraan petani Indonesia.
Ia mengajak kader TMI membuka “mata dan telinga” untuk memahami serta menerapkan program tersebut di daerah.
Kegiatan di Berbagai Daerah
Dalam beberapa kegiatan, Don Muzakir hadir di berbagai wilayah Indonesia seperti Indramayu dan Medan untuk mendukung panen raya, pelantikan pengurus TMI, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya produksi pangan lokal.
Gagasan dan Kontribusi Don Muzakir
Mengawal Program Pemerintah
Don Muzakir aktif mengawal program pemerintah yang pro-petani, termasuk penetapan harga gabah, akses pupuk, serta distribusi alat mesin pertanian yang lebih mudah diakses kelompok tani.
tintahukum.com
Melawan Praktik yang Merugikan Petani
Belakangan, ia juga menyoroti isu impor beras melalui pelabuhan bebas Sabang yang dinilai bisa merugikan petani lokal, dan menyerukan agar kebijakan tersebut sejalan dengan kebijakan pusat yang menetapkan swasembada pangan.
Baca Juga: Profil Prof Sufmi Dasco Ahmad Wakil Ketua DPR RI dan Rektor UKRI Bandung
Advokasi Penyelesaian Konflik Agraria
Don Muzakir memberi dukungan terhadap pembentukan badan reforma agraria dan pansus penyelesaian konflik agraria di DPR RI, menilai bahwa persoalan tanah harus diatasi secara menyeluruh untuk membantu petani mendapatkan hak legal atas tanah mereka.
Dukungan Gelar Pahlawan Nasional
Ia juga mendukung usulan gelar Pahlawan Nasional untuk mantan Presiden Soeharto dan Gus Dur karena kontribusi mereka dalam pembangunan pertanian dan stabilitas bangsa.
Hubungan dengan Pemerintah dan Tokoh Nasional
Don Muzakir sering tampil bersama pejabat pemerintah dalam acara publik, dan menyuarakan dukungan terhadap kebijakan Presiden Prabowo di sektor pertanian. Ia berperan sebagai bridge antara petani di daerah dan kebijakan nasional, membantu menyampaikan aspirasi petani ke tingkat pemerintahan pusat.
Dalam dinamika politik nasional menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, kiprah tokoh-tokoh lapangan yang bekerja langsung bersama masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat dukungan terhadap kandidat.
Salah satu sosok yang menonjol dalam barisan pendukung Prabowo Subianto adalah Don Muzakir, pendiri sekaligus Ketua Umum PAPERA (Pedagang Pejuang Indonesia Raya)—organisasi sayap Partai Gerindra yang berfokus pada pemberdayaan dan konsolidasi pedagang serta pelaku UMKM di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Profil Sudaryono Ketua Dewan Pembina Sayap Gerindra DPP PAPERA dan Penerus Prabowo
Sebagai loyalis Gerindra, Don Muzakir tidak hanya dikenal sebagai organisator yang solid, tetapi juga figur yang setiap hari turun langsung bertemu pedagang di pasar-pasar tradisional, sentra UMKM, hingga komunitas ekonomi akar rumput untuk memastikan suara pedagang mengalir kuat bagi kemenangan Prabowo Subianto.
Kiprah Don Muzakir di PAPERA Gerindra dan Loyalis Prabowo
PAPERA merupakan organisasi sayap Partai Gerindra yang berfungsi sebagai jembatan antara partai dan kelompok ekonomi rakyat, terutama pedagang, pelapak pasar tradisional, serta UMKM.
Peran strategis PAPERA terlihat dalam beberapa agenda besar:
- Memberdayakan pedagang dan UMKM agar semakin mandiri dan berdaya saing.
- Menjadi kanal perjuangan kesejahteraan pedagang, sesuai visi ekonomi kerakyatan Prabowo Subianto.
- Menggerakkan dukungan politik agar suara pedagang dapat menjadi kekuatan riil dalam Pemilu 2024.
Di bawah kepemimpinan Don Muzakir, PAPERA melakukan roadshow nasional, deklarasi dukungan pedagang, konsolidasi kader pasar.
Hingga pelatihan UMKM, yang menjadikannya salah satu sayap partai paling aktif selama masa kampanye.
Don Muzakir dikenal sebagai loyalis Gerindra yang sudah lama berada dalam barisan pendukung Prabowo Subianto.
Komitmennya tidak hanya sebatas dukungan politik, tetapi juga perjuangan nyata membangun jaringan pedagang di akar rumput.
Beberapa karakter dan kiprah penting Don Muzakir antara lain:
1. Penggerak Konsolidasi Pasar Tradisional
Don Muzakir rutin mengunjungi pasar tradisional di berbagai daerah untuk berdialog dengan para pedagang mengenai persoalan ekonomi, seperti omzet yang menurun, regulasi yang membatasi, hingga akses pembiayaan.
Kedekatannya dengan pedagang menjadikan PAPERA dipandang sebagai organisasi yang benar-benar hadir di lapangan, bukan sekadar simbol partai.
2. Jaringan Kuat hingga Tingkat Kecamatan
Dalam beberapa tahun terakhir, Don Muzakir memperluas jaringan PAPERA hingga tingkat kota/kabupaten dan kecamatan. Ini menjadi kekuatan besar bagi Gerindra, terutama dalam meraih suara pedagang yang jumlahnya sangat besar secara nasional.
3. Loyalitas Teguh untuk Prabowo Subianto
Don Muzakir selalu menegaskan bahwa Prabowo Subianto adalah figur pemimpin yang tepat bagi masa depan Indonesia, terutama dalam memperjuangkan ekonomi kerakyatan, kedaulatan pangan, serta keberpihakan kepada pelaku UMKM.
Hubungan Baik dengan Sudaryono Orang Dekat Prabowo
Salah satu faktor yang memperkuat efektivitas gerakan PAPERA adalah hubungan Don Muzakir yang sangat baik dengan Sudaryono, Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah dan tokoh muda yang memiliki pengaruh besar dalam struktur partai.
Kolaborasi dan kedekatan keduanya menghadirkan sinergi dalam berbagai aktivitas partai, khususnya yang melibatkan pedagang dan pelaku UMKM.
Hubungan harmonis ini menciptakan komunikasi internal yang kuat, memastikan setiap gerakan PAPERA sejalan dengan strategi besar partai dalam memenangkan Prabowo Subianto pada Pilpres 2024.
Peran Strategis PAPERA dalam Mengamankan Suara Pedagang untuk Prabowo-Gibran
Selama masa kampanye, PAPERA menjadi salah satu mesin politik yang paling aktif menjalankan kegiatan di lapangan. Beberapa program unggulan yang digagas di bawah kepemimpinan Don Muzakir meliputi:
1. Deklarasi Pedagang Mendukung Prabowo
Ribuan pedagang di berbagai provinsi menggelar deklarasi dukungan untuk kemenangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
2. Penguatan Ekonomi Pedagang
PAPERA tidak hanya fokus pada politik, tetapi juga pada pemberdayaan pedagang dengan pelatihan usaha, pendampingan legalitas UMKM, hingga akses modal.
3. Edukasi Politik Santun
PAPERA gencar menyosialisasikan pentingnya memilih pemimpin yang punya komitmen terhadap pedagang, sambil menjaga suasana kampanye tetap damai.
4. Turun ke Pasar: Strategi Jemput Aspirasi
Melalui pendekatan langsung ke pasar tradisional, Don Muzakir memastikan aspirasi pedagang diakomodasi dalam program perjuangan Gerindra dan visi Prabowo Subianto.
Kesimpulan
Don Muzakir merupakan tokoh penting dalam dunia pertanian Indonesia. Dengan perannya sebagai Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, ia dikenal sebagai advokat aktif untuk kesejahteraan petani, ketahanan pangan, serta sinergi antara organisasi masyarakat dan program pemerintah.
Kepemimpinannya mencerminkan fokus pada pemberdayaan petani, advokasi agraria, serta perlawanan terhadap praktik yang merugikan sektor pertanian.
(***)




