Opini

Opini: Bedah Pemikiran Prabowo dalam Semangat ‘Make Indonesia Great Again’

Indonesia, memang berada di tengah peperangan. Negara kita digempur, dan dari sisi yang sangat vital dan rapuh; Ekonomi. Fakta bahwa negara kita memang tidak digempur oleh senjata berat, atau kepungan pesawat tempur dan naval fleet bersenjatakan mortar dan meriam, atau terjangan peluru kaliber dari senapan otomatis, hanya saja gempuran secara ekonomi kepada negara kita dilakukan secara terbuka.

Situasi paling nyata adalah eksploitasi sumber daya alam yang tidak dikuasai oleh bangsa Indonesia, rupiah yang fluktuasinya di poin yang tidak menguntungkan, dan yang sangat nampak di depan mata, maraknya tenaga kerja asing. Nada bicara beliau yang tidak bisa dilepaskan dari latar belakangnya sebagai komandan perang – tegas, lugas, dan berwibawa, dianggap sebagai narasi provokasi.

Justru yang harus diketahui, provokasi paling berbahaya itu bukan yang digaungkan dengan berapi-api, tapi infiltrasi dan hasutan yang justru lebih marak berkembang di sekitar masyarakat. Jika narasi politik yang dikemas dengan tegas dan berapi-api, dianggap provokasi, apa kabar mereka yang menjadi penjilat demi kepentingan personal? Hingga kita menyadari, bisikan iblis lebih tajam di kuping dibanding panggilan ibadah.

Kegetiran yang muncul ditengah masyarakat hari ini dibuat dan dikemas sebagai mimpi, karena katanya “INDONESIA BAIK-BAIK SAJA”. Analogi sederhana, jika seorang dokter mengkhawatirkan kecemasan seorang pasien dengan menyembunyikan diagnosis yang sebenarnya, apakah akan menjadi sesuatu yang “baik-baik saja”? Cerdas sekali jika anda berpikir dengan kewarasan dan logika yang aktif.

Karena nyatanya, Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Kita sedang berada didalam arus dan pusaran rasa nyaman dan aman, dan seperti kata seorang bijak “Rasa aman adalah racun dalam perjuangan”. Rasa aman hanya membuat kita terlena, membuat kita tidak waspada dan tidak siaga, hingga kita tidak sadar bahwa sepatu di teras rumah sudah dicuri orang; hingga kita lupa, kucing liar sudah mengambil sepotong ikan di meja makan kita.

Maka yang seharusnya kita teriakkan adalah “Why you still feed us lies from the tablecloth” ketika mereka yang katanya membela rakyat tapi bergantung kepada rakyat dibalik kepentingannya sendiri (penggalan lirik B.Y.O.B oleh System of a Down).

Facebook Comments

Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya
Tags

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Close
Close
%d blogger menyukai ini: