Mimi Yuliani Nazir Pimpin Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting

  • Whatsapp
Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting

SUARAPANTAU.COM, RIAU – Kepala Dinas Kesehatan Riau, Dra. Hj. Mimi Yuliani Nazir, Apt, MM pimpin Rapat Koordinasi Penguatan, Penggerakan dan Pelacakan Intervensi Gizi Spesifik dan Sensitif LP dan LS (Percepatan Penurunan Stunting) Tingkat Provinsi Riau Tahun 2021 di Ruang Melati Kantor Gubernur Riau. Kamis, 8/4/2021.

Stunting merupakan kondisi dimana tinggi badan seseorang lebih pendek dibanding tinggi badan orang lain pada umumnya (yang seusia).

Bacaan Lainnya

Kadinkes Mimi menjelaskan bawah Kondisi stunting membawa dampak pada perkembangan seseorang dimasa dewasanya.

Iklan PU Makassar

“Kemampuan kognitif yang rendah, mudah terinfeksi penyakit, menjadi kurang produktif dan tentunya akan melahirkan anak-anak yang kondisinya juga sama, sehingga masalah stunting menjadi penghambat dari Pembangunan manusia Indonesia yang cerdas dan produktif,”jelasnya.

Sementara itu, Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2013, 2018 dan 2019 di Provinsi Riau terdapat penurunan prevalensi stunting pada balita, yaitu dari 36,8% menjadi 27,4% pada tahun 2018 dan 23,95% pada tahun 2019 berdasarkan estimasi Susenas.

Trend prevalensi stunting menurut kabupaten/kota di Provinsi Riau terjadi penurunan di 8 kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Rokan Hulu, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, Kepulauan Meranti, Pekanbaru dan Dumai.

Kabupaten yang meningkat atau tetap proporsi stuntingnya berdasarkan Riskesdas tahun 2013 dan 2018 adalah Kabupaten Kampar, Bengkalis dan Siak.

Upaya pencegahan stunting memerlukan intervensi gizi yang konvergen, mencakup intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif. Intervensi gizi spesifik dilakukan untuk menanggulangi faktor penyebab langsung sedangkan intervensi gizi sensitive untuk penyebab tidak langsung.

Pengalaman global menunjukkan bahwa penyelenggaraan intervensi yang konvergen untuk menyasar kelompok prioritas di lokasi prioritas merupakan kunci keberhasilan perbaikan gizi, tumbuh kembang anak dan pencegahan stunting.

Untuk memastikan konvergensi intervensi tersebut diperlukan komitmen dari pimpinan nasional tertinggi sampai ke daerah.(*/rls)

Facebook Comments

Pos terkait