Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Simalungun telah mengeluarkan jadwal Pemilihan Kepala Nagori (Pilpanag) atau pemilihan pangulu (kepala desa) yang akan diselenggarakan pada 15 Maret 2023.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Nagori (DPMPN) Simalungun, Jonni Saragih mengatakan, sebanyak 248 nagori (desa) akan menggelar Pilpanag secara serentak. Panitia pemilihan telah dibentuk.
“Sementara itu, tahapan pendaftaran bakal calon pangulu dijadwalkan tanggal 3 sampai 13 Januari 2023. Masa kampanye, 7-9 Maret 2023 dan masa tenang, 10-14 Maret 2023. Untuk tahapan pemungutan dan penghitungan suara, 15 Maret 2023,” ujarnya.
Baca Juga: Bahas Soal Kepemudaan, Wahab Tahir: Jangan Wariskan Kemiskinan untuk Pemuda Kita
Sebagaimana diketahui, sebanyak 245 pangulu telah berakhir masa jabatannya pada 17 Agustus 2022 lalu, 1 pangulu berakhir masa jabatan 23 November 2022, 1 pangulu berakhir masa jabatan pada 20 Desember 2022 dan 1 pangulu berakhir masa jabatan 11 Januari 2023, sehingga ada 248 desa yang akan menggelar Pilpanag.
Berkaitan dengan hal tersebut, Jutan yang juga lulusan Magister Universitas Pertahanan berharap 70 persen (174) dari 248 desa yang akan menyelenggarakan kontestasi Pilpanag di Simalungun diikuti dari kelompok Pemuda, baik itu dari kalangan akademisi, pengurus organisasi seperti karang taruna, dan juga pelaku dunia usaha (UMKM).
Baca Juga: 27 Pemuda Asal Indonesia Ikuti Program Menyapa Dunia Edisi 2 di Malaysia dan Thailand
“Saya melihat tantangan zaman sekarang sangat jauh berbeda dari era sebelumnya dan berdasarkan data sensus penduduk 2020 sebesar 53.81% penduduk di Indonesia didominasi oleh generasi milenial dan generasi Z yang merupakan kelompok pemuda.
Oleh sebab itu, kaum muda juga diharapkan menjadi motor perubahan karena memiliki daya kreativitas, inovasi, serta tenaga dan semangat yang membara,” tambah Jutan.




