Sehubungan dengan itu, MUI menghimbau organisasi kemanusiaan Indonesia untuk berpartisipasi dalam memberikan bantuan kemanusiaan dan pemberdayaan ekonomi di beberapa negara dimaksud.
Dubes Bunyan juga menyampaikan bahwa tahun ini kita juga masih menyaksikan tingginya Islamophobia di seluruh dunia. Banyak sekali kasus Islamophobia, mulai dari ucapan kebencian sampai tindakan diskriminasi, penganiayaan dan bahkan pembunuhan.
Menghadapi berlanjutnya masalah Islamophobia yang sudah dianggap melampaui batas ini, Organisasi Kerjasama Islam (OKI) telah mengajukan usulan resolusi di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (MU-PBB) tentang perlunya menanggulangi Islamophobia.
Baca Juga: Fadjroel Rachman Delegasi RI Bersama Putin dan Erdogan Hadiri KTT CICA di Kazakhstan
“Alhamdulillah, usulan OKI tersebut berhasil disepakati dengan dikeluarkan UN Resolution on International Day to Combat Islamophobia tanggal 15 Maret 2022. Dalam kaitan ini, MUI pada akhir Maret 2022 telah mengadakan seminar di Jakarta untuk mensosialisasikan Resolusi PBB tersebut,” ungkapnya.
Adapun keberhasilan OKI meng-goal-kan resolusi PBB untuk penanggulangan Islamophobia tersebut menurutnya merupakan capaian yang positif bagi dunia Islam. Hal positif lainnya, tahun ini kita juga menyaksikan kemajuan ekonomi di sejumlah negara muslim paska pandemi Covid-19, termasuk Indonesia.
Baca Juga: Perkampungan Sederhana di Lembah Bavona Swiss Belum Teraliri Listrik
Bahkan Indonesia tahun ini telah berhasil menyelesaikan amanat sebagai ketua G20 dengan 3 program utama, yaitu: transisi energi berkelanjutan, transformasi digital, dan arsitektur kesehatan global.
Akhir tahun ini kita juga menyaksikan Qatar berhasil menyelenggarakan Piala Dunia sepakbola dengan nuansa Islami. Capaian OKI, Indonesia dan Qatar ini merupakan dakwah Islam Wasathiyah yang perlu terus dikembangkan.(*)
Penulis: Sudarnoto Abdul Hakim, Ketua MUI Bidang HLN KI




