Ia juga menyoroti tindakan kekerasan terhadap Umat Islam. Tindakan kekerasan, kriminalitas dan kekejaman bahkan yang dilakukan oleh pemerintah (state violence) terhadap umat Islam masih terjadi di beberapa negara bahkan tahun 2022 ini.
Di India, misalnya, umat Islam yang minoritas telah terdiskriminasi secara sosial, ekonomi, bahkan hukum dan politik apalagi sejak undang-undang kewarganegaraan India menempatkan muslim sebagai warga kelas dua.
Menurut Sudarnoto, tindakan permusuhan dan kebencian terhadap umat Islan dan Islam (Islamophobia) benar-benar dilakukan hingga hari ini.
Baca Juga: Prabowo di IdeaTalks Bahas Strategi Indonesia Dalam Hadapi Tantangan Dunia
Perlakuan pemerintah dan kelompok-kelompok ekstrim Hindu India (ultra nasionalis Hindu), misalnya, sebetulnya tidak saja telah merusak prinsip-prinsip demokrasi dan menghancurkan kemanusiaan akan tetapi sekaligus meruntuhkan citra pemerintah India.
Gerakan Islamophobia ini cenderung semakin vulgar terjadi di banyak negara dan proses pembiaran nampaknya juga semakin terasa.
Karena itulah momentum penetapan PBB untuk melakukan perlawanan terhadap Islamofobia menjadi semakin penting dan karena itu semua orang dari warga bangsa dan agama apapun harus memandang bahwa Islamophobia ini adalah musuh bersama, musuh kemanusiaan dan peradaban.
Baca Juga: Siapkah Indonesia Capai Akses Layanan Air Minum Layak 2030 Wujudkan SDGs?
“Atas dasar itu MUI mengecam penindasan terhadap umat Islam dan sikap Islamofobia yang nampak semakin berkembang di tahun 2022. Namun, MUI juga menyampaikan sejumlah rekomendasi agar lembaga-lembaga dunia seperti OKI, PBB, organisasi pembela HAM dan kekuatan-kekuatan civil society lainnya secara intensif juga melakukan langkah-langkah strategis menghentikan gerakan Islamofobia dan membela hak dan kedaulatan muslim terutama di negara non muslim,” ungkapnya.
“Namun dalam waktu yang bersamaan upaya rekonsolidasi untuk Tansiqul Harokah (konsolidasi gerakan) dan Taswiyatul Manhaj (kesamaan berpikir dan bertindak) serta Tauhidul Ummah (penyatuan ummat) menjadi sangat penting. Jika ini tidak dilakukan, maka umat Islam akan mengalami kegagalan,” tambah Sudarnoto lagi.




