Tradisi Udik-udikan Momen Bagi Rezeki
Adapula yg berisi kertas bertuliskan hadiah doorprize. Penerima gulungan kertas itu bisa menukarkannya dengan hadiah yang sesuai tulisan di dalamnya. Selain itu, ada juga warga yang melepas ayam untuk diperebutkan dalam acara tersebut.
Di Pekalongan, setelah acara udik Udikan selesai, biasanya orang yg mengadakan udik Udikan tersebut juga akan membagikan nasi bancaan. Nasi bancaan adalah semacam nasi selametan yg bungkusannya terbuat dari daun pisang yang dibentuk seperti mangkok. Isi dari nasi bancaan yaitu nasi putih, ikan asin, kluban, megono, tempe, telur dan kacang.
(https://images.app.goo.gl/idmxGmvnZEhJr6Fy8)
Tradisi Udik Udikan di depan rumah warga
(https://images.app.goo.gl/idmxGmvnZEhJr6Fy8)
Pembagian Sego bancaan
Tujuan dari budaya udik – udikan itu sendiri adalah sebagai rasa syukurkepada Allah SWT atas rejeki yang sudah diberikan dan hajat yang sudahdilancarkan serta disukseskan. Makna lainya ialah sebagai wujud berbagi dan bersedakah kepada sesama, khususnya kepada tetangga dekat.
Namun sayangnya, budaya udik Udikan kini makin jarang ditemui di Pekalongan. Mungkin saja ini dikarenakan sebab modernisasi zaman, egosentris, dan keengganan seseorang mengeluarkan uang untuk berbagi. Oleh karena itu peran pemuda dalam melestarikan budaya udik Udikan ini sangat diperlukan.
Agar generasi generasi setelah kita masih mengetahui apa itu udik Udikan dan sego bancaan. Dan supaya budaya udik Udikan tidak punah ditelan zaman.
Penulis: Mila Rosalia Anggraeni
*Mahasiswa UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan




