Akademisi Lintas Disiplin Ilmu Dukung Pengrajin Anyaman Lontar

Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Berdaya (RINB) menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk "Peningkatan Kapasitas Pengrajin Anyaman Lontar" di Desa Popo, Takalar, Sabtu (22/2).

SUARAPANTAU.COM, TAKALAR – Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Berdaya (RINB) menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Peningkatan Kapasitas Pengrajin Anyaman Lontar” di Desa Popo, Takalar, Sabtu (22/2).

Inisiatif ini bertujuan untuk melestarikan warisan budaya serta meningkatkan kesejahteraan pengrajin lokal melalui pelatihan dan pendampingan langsung oleh akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Selatan.

Sebanyak 20 pengrajin anyaman lontar berpartisipasi dalam kegiatan ini, didampingi oleh perangkat desa serta pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPM).

Pengrajin mendapatkan wawasan baru dari para akademisi yang berbagi ilmu di berbagai bidang, mulai dari inovasi produk, strategi pemasaran, hingga pengelolaan limbah.

Bacaan Lainnya

Zulkifli, S.Si., M.Si. dari Universitas Muhammadiyah Makassar menyoroti pentingnya memahami dinamika pasar dan inovasi agar produk anyaman dapat bersaing di era modern. Sementara Dr. Saripuddin, S.E., M.Pd. dari Universitas Patompo memberikan panduan praktis dalam pengembangan produk dan strategi pemasaran.

Adapun Rosmawati, S.Pd., M.Hum., M.Ed, Ph.D. dari Universitas Bosowa menekankan pentingnya desain dan estetika dalam meningkatkan daya tarik produk. Aspek teknis produksi juga dibahas oleh Ir. Zulharnah, M.T. dari Universitas Fajar yang memperkenalkan teknologi tepat guna untuk meningkatkan efisiensi produksi.

Hal lain yang juga disoroti Dra. Darmawati, M.Pd. dari Universitas Megarezky memberikan solusi inovatif dalam pemanfaatan limbah anyaman untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi. Begitu pula Dr. Zulfikry Sukarno, SE., M.M. dari STIE Makassar Bongaya membagikan strategi pemasaran digital.

Serta Hermin, S.Kom., M.M. dari Universitas Indonesia Timur dan Muh. Haidir, S.Si., M.Ling. dari Universitas Teknologi Sulawesi masing-masing memberikan panduan praktis dalam memanfaatkan platform digital sebagai pemasaran efektif dan memberikan edukasi mengenai pengolahan limbah.

Ketua LPM Desa Popo, Muh. Amin Yusuf, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini dan berharap agar program serupa terus berlanjut.

“Kami berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kapasitas para pengrajin serta membuka peluang baru bagi mereka dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi,” ujarnya.

Program ini menjadi bukti nyata sinergi antara akademisi dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya sekaligus mendorong peningkatan ekonomi lokal. Dengan dukungan yang berkelanjutan, pengrajin anyaman lontar di Desa Popo diharapkan mampu berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas. (*)

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi Suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *