Penumpang Pelita Air Protes Layanan Kru Maskapai Jakarta-Pekanbaru Tidak Humanis

Pesawat Pelita Air
Pesawat Pelita Air

SUARAPANTAU.COM – Penumpang maskapai penerbangan Pelita Air Jakarta – Pekanbaru pada Selasa 2 September 2025 mengaku mendapat perlakuan tidak profesional dari kru maskapai.

Kepada Suara Pantau, penumpang inisial SH menyampaikan ketidaknyamanan yang ia dapatkan dari kru maskapai Pelita Air dalam penerbangan tersebut.

SH menyampaikan kronologi kejadian saat pesawat yang akan ditumpanginya dengan jadwal penerbangan 06.40 WIB – 08.25 WIB , 2 September 2025. Sekira 06.10 WIB kru Pelita Air mengumumkan agar penumpang dipersilahkan naik pesawat.

Baca Juga: Sidang Tahunan MPR RI, DPR RI Apresiasi Presiden Prabowo Wujudkan Indonesia Maju

Bacaan Lainnya

“Saya penumpang pertama yang berdiri dan mengambil barisan terdepan dan maju di counter petugas Pelita Air,” ungkapnya.

“Bahwa pada saat antrian, petugas menyampaikan bahwa disilahkan penumpag hamil dan punya anak kecil. Sekita rada 4 orang yang mendahului saya naik pesawat,” imbuhnya.

Setelah itu, saya dipersilahkan naik pesawat dan sesuai tiket saya mendapat kursi 30 B.

Saat diatas pesawat, SH mencari kursi tempat duduk sesuai tiket. Namun, kursi paling belakang hanya sampai nomor kursi 29.

“Saya bertanya ke pramugari yang bertugas, tentang nomor kursi paling belakang dan nomor kursi yang saya dapatkan setelah check-in tiket (nomor kursi 30) ternyata tidak tersedia,” ungkapnya.

“Saya juga bertanya dimana saya harus duduk karena nomor kursi berdasarkan check-in tidak teredia,” tanya SH.

SH menambahkan, sontak pramugari menyampaikan telah terjadi pergantian pesawat sehingga nomor kursi tidak sesuai. Padahal sebelum naik pesawat, tidak ada pemberitahun terkait pergantian pesawat yang akan ditumpangi.

Sembari menunggu kejelasan kru diatas pesawat, SH terus menunggu dan berdiri di depan toilet pesawat.

Dirinya beberapa kali bertanya, dimana dirinya harus duduk, dan berulang kali juga diminta menunggu.

Masih diatas pesawat, SH mencoba bertanya ke kru lainnya yang lebih senior dan dirinya menyampaikan protes.

SH menjelaskan apa yang dialami, Ia diminta duduk di kursi lain yang ada.

“Kalau bapak tidak mau duduk, maka bapak saya persilahkan turun dari pesawat,” kata SH menirukan pernyataan kru pesawat senior.

SH kemudian bertanya, kenapa dirinya diperlakukan seperti itu dan mengapa harus turun dari pesawat.

Salah satu kru lainnya menjawab, bahwa dirinya dinilai telah melanggar. Atas pernyataan kru tersebut. SH bertanya apa yang Ia langar.

Saat mendarat di Pekanbaru, SH menyampaikan protes di counter pelayanan Pelita Air atas perlakukan kru pesawat Pelita Air yang ditumpanginya.

SH yang juga merupakan dosen ini, menyebut Maskapai Pelita Air tidak profesional dengan layanan kru yang dinilai tidak etis.

SH menyebut Pelita Air melakukan kesalahan dan berpotensi melanggar hak-hak dirinya sebagai konsumen.

“Perlu ada evaluasi manajemen Pelita Air,” tegasnya.

(***)

 

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi Suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *