JAKARTA – Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih beri kuliah umum mahasiswa Univeritas Ahmad Yani untuk memperkuat nasionalisme mahasiswa, di Gedung Auditorium Unjani, Jl. Terusan Jenderal Sudirman, Cimahi, Jawa Barat, Selasa 16 September 2025.
Kehadiran Mayjen TNI Kosasih disambut antusias civitas akademika Univeritas Ahmad Yani.
Mayjen TNI Kosasih yang juga dikenal dengan julukan Jenderal Santri ini menyampaikan mahasiswa memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan nasional.
Ia menyampaikan, bahwa mahasiswa memiliki tugas sebagai pilar utama dalam menjaga keutuhan dan kemajuan bangsa.
Khususnya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, sosial budaya dan kebangsaan.
“Potensi mahasiswa sebagai komponen inti untuk kemajuan bangsa dan negara,” terangnya.
Peran Mahasiswa Wujudkan Ketahanan Nasional
Peran Mahasiswa menurut Jenderal Santri dalam menjaga persatuan dan kedaulatan bangsa sebagai benteng negara sebagai berikut;
- mahasiswa mengalirkan energi dan potensi,
- mahasiswa menjalankan peran yang strategis,
- mahasiswa berdaya kritis dan inovatif,
- mahasiswa berkontribusi secara multi dimensi dan
- Mahasiswa menumbuhkan jiwa pantang menyerah.
Energi dan Potensi Mahasiswa
Dalam pembahasannya Mayjen TNI Kosasih menjelaskan maksud mengalirkan energi dan potensi adalah; energi intelektual dalam semangat belajar, dan berpikir dan kemampuan analisis untuk menemukan solusi atas persoalan bangsa.
“Energi sosial untuk aktif berorganisasi untuk menyuarakan kepentingan rakyat. Energi moral dengan berpegang pada kebenaran, keadilan dan keberpihakan kepada bangsa,” ungkapnya.
Lebih lanjut Pangdam III Siliwangi neyampaikan bahwa potensi kepemimpinan melalui latihan organisasi dan pengalaman sosial.
Selanjutnya, siap menjadi pemimpin masa depan yang berkarakter kuat dan visioner.
“Selain itu potensi digital dan teknologi dalam perkembangan teknologi menjadi garda terdepan dalam literasi digital melawan hoaks, serta menjaga kedaulatan bangsa di dunia maya,” lanjutnya.
Peran Strategis Mahasiswa
Paparan dilanjutkan bahwa peran strategis mahasiswa dimaknai karena membawa inovasi dan ide baru (agent of change), calon pemimpin bangsa (iron stock), menjadi penyeimbang kekuasaan (moral force).
Serta pengembang riset dan teknologi (research & development) dan penjaga nasionalisme dan nilai-nilai moral serta budaya (guardian of nationalism & value).
Mahasiswa Berdaya Kritis dan Inovatif
Mayjen TNI Kosasih melanjutkan yang dimaksud dengan Mahasiswa Berdaya Kritis dan Inovatif; kemampuan inovatif atau adanya ide baru kreatif & solusi praktis bagi masyarakat.
Kemapuan berpikir kritis yaitu menguji kebenaran informasi dengan analisa dari berbagai sudut pandang.
Selain itu mahasiswa harus bersikap rasional dan objektif yaitu menilai suatu fenomena sosial berdasarkan data dan argumen logis dengan kerangka akademik berdasarkan kajian ilmiah.
Mahasiswa penggerak perubahan sosial yaitu membangun kesaran masyarakat.
Kontribusi Multi Dimensi Mahasiswa
Selanjutnya Jenderal Santri melanjutkan materinya bahwa kontribusi mahasiswa delam berbagai dimensi. dimensi intelektual artinya sumbang pemikiran kritis dalam penelitian inovasi ilmiah. Dimensi sosial yakni pengabdian ke masyarakat dan gerakan nasional.
Mahasiswa dalam dimensi politik yakni mengawasi jalannya pemerintahan agar tetap berpihak pada rakyat, mahasiswa dalam dimensi budaya yaitu melestarikan nilai-nilai luhur budaya bangsa.
Terkahir adalah mahasiswa dalam dimensi teknologi digital yaitu pemanfaatan teknologi dari ancaman hoaks, radikal & propaganda asing.
Selanjutnya beliau menekankan kontribusi mahasiswa dalam dalam multidimensi; dimensi intelektual; sumbang pemikiran kritis dalam penelitian inovasi ilmiah, dimensi sosial yaitu pengabdian kemasyarakat dan gerakan nasional, dimensi politik yaitu mengawasi jalannya pemerintahan agar tetap berpihak pada rakyat.
Dalam dimensi budaya beliau menekankan akan melestarikan niali-nilai luhur budaya bangsa serta dimensi teknologi dan digital yakni pemanfaatan teknologi dari ancaman hoaks, radikalisasi dan propaganda asing.
Mahasiswa Berjiwa Pantang Menyerah
Mahasiswa punya jiwa pantang menyerah bermakna adanya keteguhan dan kemauan sesorang untuk terus berjuang tidak menyerah dalam menghadapi tantangan dan hambatan.
Pangdam III Siliwangi menlanjutkan bahwa Indonesia akan mencapai keemasaanya tahun 2045. Namun beliau menekankan bahwa pencapian tersebut dapat dicapai jika keterlibatan atau pelibatan mahasiswa secara maksimal.
Pelibatan yang dimaksud adalah mahasiswa bersama menjaga persatuan, mahasiswa bersatu mengawal demokrasi dan mahasiswa secara menyeluruh sebagai motor penggerak Indonesia Emas 2045.
Dalam materinya Pangdam III bahkan mengajak mahasiswa untuk tetap tegak menjaga keutuhan negara.
“Utuhnya negara ini berada di pundak kalian semua. Kita tidak rela negeri ini diporak-porandakan oleh ketamakan sekelompok orang,” terangnya.
“Mari kita rajut kebersamaan ini menuju Indonesia emas dan bahagia dan sejahtera bersama didunia serta bahagia dan sejahtera diakhirat kelak,” lanjutnya.
Mayjen TNI Kosasih Kutip Pesan Alquran
Diakhir paparannya, Mayjen TNI Kosasih mengutip pesan Alquran. Dalam Qs. AZ Zumar ayat 73. Artinya lebih kurang;
“Sekicil apapun kebaikan yang kita perbuat akan menjadi riak kebaikan yang tidak akan pernah berujung”.
Jenderal Santri bahkan mempertegas kembali bahwa suskes itu harus melewati banyak proses bukan banyak protes seperti disampaikan oleh Merry Riana.
Bahkan dibalik semua yang paling penting adalah harus selalu bersyukur.
Hal ini seperti dikatakan dalam Q.S. bahwa manusia perlu berusaha dan merancang tapi sesungguhnya Allah SWT lah sebaik-baiknya perancang.
“Ingat Adik-adik mahasiswa bahwa Jabatan dan kekuasaan adalah anugerah sebagai sarana untuk mengabdi dan berbakti kepada Allah dan juga rakyat yang menjadi tanggungjawabnya,” pesannya.
Diujung materinya Mayjen TNI Kosaih membuka dialog langsung dengan mahasiwa.
Antusias respon mahasiswa luar biasa dan apresiasi pimpinan kampus karena adanya Jenderal yang fasih melafalkan atau melagukan Ayat-ayat Al-Quran.
(***)


