SUARAPANTAU.COM – Kesatuan Mahasiswa Sinjai Universitas Negeri Makassar (KMS UNM) dengan tegas mengecam tindakan pemukulan yang dilakukan oleh seorang siswa terhadap guru di salah satu sekolah di Kabupaten Sinjai.
Peristiwa ini bukan hanya mencederai martabat tenaga pendidik, tetapi juga menunjukkan lemahnya pengawasan dan adanya unsur pembiaran, apalagi orang tua siswa berada di lokasi saat aksi kekerasan itu berlangsung.
“Kami menilai insiden pemukulan ini adalah bentuk kegagalan menciptakan iklim pendidikan yang aman dan beradab. Guru seharusnya dihormati, bukan justru menjadi korban kekerasan di ruang yang seharusnya mendidik” ucap A.Iza Ferlita, Ketua KMS UNM.
KMS UNM menyoroti adanya indikasi pembiaran yang dilakukan orang tua siswa yang juga merupakan anggota polri, karena yang bersangkutan berada di lokasi, Hal ini dikhawatirkan akan melahirkan preseden buruk dan mengikis wibawa pendidik di mata siswa.
Sehubungan dengan kejadian tersebut, KMS UNM mendesak:
1. Pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai untuk segera mengambil langkah tegas, melakukan evaluasi sistem pengawasan, dan memberi perlindungan maksimal kepada guru.
2. Aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas peristiwa pemukulan ini demi memberikan keadilan bagi korban serta mencegah kejadian serupa disekolah yang lain.
3. Seluruh elemen masyarakat dan orang tua agar turut serta menanamkan nilai penghormatan terhadap pendidik, sehingga kekerasan di lingkungan sekolah tidak lagi terulang.
“Pendidikan harus menjadi ruang aman, bermartabat, dan berorientasi pada pembentukan karakter,” tegasnya.
A. Iza Ferlita juga mendesak semua pihak untuk memastikan peristiwa di Sinjai ini menjadi yang terakhir,” tutupnya.
(*)




