ARAB SAUDI – Memperingati Hari Pendidikan Nasional, Pemerintah Republik Indonesia menegaskan arah baru kebijakan strategis yang menempatkan pendidikan sebagai fondasi kedaulatan dan pertahanan masa depan bangsa.
Di bawah kepemimpinan Presiden H. Prabowo Subianto, pemerintah meluncurkan visi besar untuk merombak total ekosistem pendidikan guna menghadapi peningkatan teknologi yang berkembang secara signifikan, sekaligus memastikan akar rumput mendapatkan hak pendidikan yang setara.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa kualitas pendidikan sebuah negara adalah cermin dari martabat bangsa tersebut. Tanpa pendidikan yang kuat, sebuah bangsa hanya akan menjadi penonton di tengah cepatnya arus disrupsi global.
Revitalisasi Sekolah Rakyat: Kembali ke Akar, Menuju Masa Depan
Salah satu poin utama dalam gebrakan Presiden Prabowo adalah menghidupkan kembali semangat “Sekolah Rakyat”. Konsep ini bukan sekadar nostalgia, melainkan komitmen negara untuk menyediakan sekolah yang berkualitas, gratis, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
“Kita ingin mengembalikan marwah Sekolah Rakyat. Tidak boleh ada lagi sekolah yang roboh, tidak boleh ada lagi sekolah yang tidak memiliki akses listrik atau internet.
Revitalisasi ini bukan hanya soal fisik bangunan, tapi revitalisasi fungsi sekolah sebagai pusat peradaban dan pembentukan karakter,” tegas Presiden Prabowo dalam arahannya.
Agenda Revitalisasi Sekolah mencakup: Renovasi Masif Infrastruktur: Perbaikan total gedung-gedung sekolah yang rusak di seluruh pelosok negeri guna menciptakan lingkungan belajar yang aman dan layak.
Digitalisasi Sekolah Rakyat: Memastikan setiap sekolah, termasuk di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), dilengkapi dengan laboratorium komputer dan akses internet cepat untuk menutup celah kesenjangan digital.
Laboratorium Kewirausahaan: Sekolah rakyat kini didorong untuk memiliki unit praktik yang relevan dengan ekonomi lokal dan teknologi modern.
Revolusi Gizi: Fondasi Kecerdasan Biologis dan Kognitif
Presiden Prabowo Subianto meyakini bahwa kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan rohani (SQ) mustahil dicapai jika fisik anak bangsa dalam kondisi lemah. Oleh karena itu, kebijakan pendidikan saat ini diintegrasikan secara langsung dengan program ketahanan gizi nasional.
“Anak-anak kita adalah mesin masa depan. Mesin yang hebat butuh bahan bakar yang berkualitas. Pemenuhan gizi yang cukup adalah kunci utama untuk menopang kecerdasan rohani dan meningkatkan IQ serta ESQ mereka,” ujar Penulis.
Melalui program Makan Bergizi Gratis, pemerintah melakukan intervensi langsung pada pemenuhan protein dan nutrisi esensial bagi siswa. Tujuannya jelas: memastikan setiap anak memiliki ketahanan biologis untuk mampu berpikir kritis, kreatif, dan memiliki daya tahan mental yang kuat dalam menyerap ilmu pengetahuan.
Keseimbangan IQ, EQ, dan SQ: Mencetak Generasi Paripurna Kebijakan pendidikan di era Presiden Prabowo tidak hanya mengejar nilai akademik semata.
Pemerintah secara sadar melakukan gebrakan untuk menyeimbangkan seluruh potensi dalam diri anak bangsa: Intelligence Quotient (IQ): Ditingkatkan melalui kurikulum yang adaptif terhadap sains dan teknologi terbaru.
Emotional Quotient (EQ): Diasah melalui pendidikan karakter yang menekankan pada kerja sama tim, kepemimpinan, dan ketangguhan mental.
Spiritual Quotient (SQ): Diperkuat sebagai jangkar moral agar anak bangsa tetap memiliki integritas, etika, dan rasa cinta tanah air yang dalam di tengah arus globalisasi.
Menatap Indonesia Emas dengan Keyakinan
Pemerintah terus melakukan gebrakan di segala sektor pendukung demi memastikan anak bangsa terus berkembang. Presiden Prabowo menekankan bahwa investasi di bidang pendidikan dan gizi adalah investasi dengan imbal hasil tertinggi bagi masa depan Republik Indonesia.
Dengan sekolah rakyat yang telah direvitalisasi, guru-guru yang sejahtera, serta anak didik yang sehat secara fisik dan rohani, Indonesia siap berdiri tegak menghadapi tantangan teknologi masa depan. Hari Pendidikan Nasional ini menjadi momentum pembuktian bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, negara hadir sepenuhnya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa hingga ke garis depan.
Penulis: Andi Syahwalil Akbar
(*)




