Festival Budaya Gaukang Ri Lakkang Siap Dilaksanakan, Warga Jadi Aktor Utama

Ketua Tim Kerja Gaukang Ri Lakkang, Sofyan memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan kegiatan Festival Budaya Gaukang Ri Lakkang dalam sebuah konferensi pers di Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar, Minggu (12/72026).

SUARAPANTAU.COM – Pelaksanaan program Gaukang Ri Lakkang resmi diperkenalkan kepada publik melalui konferensi pers yang digelar Tim Kerja Gaukang Ri Lakkang pada 12 Juli 2026 di Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah jurnalis, pegiat budaya, akademisi, komunitas, dan berbagai pihak yang selama ini memiliki perhatian terhadap pelestarian sejarah dan budaya di Kota Makassar.

Ketua Tim Kerja Gaukang Ri Lakkang, Sofyan, menjelaskan bahwa program ini lahir dari kegelisahan atas semakin memudarnya identitas sejarah Pulau Lakkang di tengah pesatnya perkembangan Kota Makassar.

Menurutnya, banyak warisan sejarah seperti bunker peninggalan Jepang, tradisi masyarakat, kerajinan bambu, kawasan persawahan, tambak hingga hutan mangrove yang belum terdokumentasi dan belum dikelola sebagai kekuatan pembangunan kampung.

Bacaan Lainnya

“Jika tidak mulai didokumentasikan hari ini, generasi mendatang akan kehilangan cerita tentang kampungnya sendiri,” ujar Sofyan.

Ia menegaskan bahwa seluruh kegiatan dirancang dengan filosofi “dari warga, oleh warga, dan untuk warga.”

“Program ini akan melibatkan masyarakat dalam setiap tahapan, mulai dari penyusunan narasi sejarah, pelaksanaan tur kampung, diskusi budaya, hingga penyusunan buku sejarah Pulau Lakkang,” jelasnya.

Selain memperkuat identitas budaya masyarakat, Gaukang Ri Lakkang juga diharapkan mampu membuka peluang pengembangan wisata sejarah, wisata budaya, dan ekowisata yang berkelanjutan.

“Pengembangan wisata apapun bentuknya akan mudah goyah bahkan hilang dengan sendirinya jika tidak tumbuh dari Bawah yakni inisiatif warga,” ungkapnya.

Tim Kerja berharap konferensi pers ini menjadi momentum membangun kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, perguruan tinggi, komunitas budaya, media massa, dan sektor swasta untuk bersama-sama menjaga masa depan Pulau Lakkang sebagai salah satu ruang budaya penting di Kota Makassar. (*)

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi Suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *