SUARAPANTAU.COM – Dalam upaya mengatasi kejenuhan siswa terhadap pembelajaran teori kewarganegaraan yang cenderung verbalistik, tim peneliti dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menghadirkan inovasi pembelajaran kinestetik berupa produk kreatif “Civic-Dance”.
Penerapan produk hasil penelitian Research and Development (R&D) ini dilaksanakan di SDN Utan Kayu Selatan 05 Pagi, Jakarta Timur, pada Selasa (21/07/2026).
Kegiatan implementasi produk ini dipimpin oleh Fizar Indrawijaya, S.Pd., MA. sebagai Ketua Peneliti, bersama tim dosen yaitu Venna Puspita Sari, S.Pd., MA., Yofita Sari, S.Pd., M.Pd., dan Prof. Dr. Waluyo Hadi, M.Pd.
Kegiatan ini juga melibatkan partisipasi aktif mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FIP UNJ, yakni Putri Mutiara Ramadhani, Ernes Eka Putri Aritonang, dan Alif Luthfi Al Farizi.
Inovasi Pembelajaran yang Menyenangkan dan Berkelanjutan
Inovasi Civic-Dance menggabungkan unsur seni tari dan lagu nasional sebagai media internalisasi nilai-nilai Pancasila, khususnya materi kerja sama, gotong royong, dan kebinekaan di kelas IV.
Pembelajaran tidak lagi didominasi dengan duduk dan mendengarkan ceramah, melainkan mengajak siswa bergerak aktif dan mengekspresikan nilai kebangsaan secara menyenangkan.
Kepala SDN Utan Kayu Selatan 05 Pagi, Suryana, S.Pd., menyambut hangat dan mengapresiasi tinggi pelaksanaan penelitian riset di sekolahnya. Menurut beliau, kegiatan ilmiah seperti ini memberi dampak yang sangat positif bagi ekosistem belajar di sekolah.
“Kami sangat terbuka dengan kegiatan penelitian dari kampus seperti UNJ. Inovasi ini sangat bermanfaat bagi guru untuk meng-update strategi mengajar di kelas, sekaligus menghadirkan sudut pandang baru bagi siswa. Anak-anak mendapat pengalaman belajar yang segar, di mana mereka tidak hanya duduk diam, tetapi aktif bergerak,” ujar Suryana.
Diikuti 54 Siswa dengan Respon Antusias dan Positif
Sebanyak 54 siswa kelas IV mengikuti seluruh rangkaian penerapannya dengan penuh semangat.
Berdasarkan hasil angket respon siswa yang disebar usai kegiatan, 100% siswa menyatakan sangat menyukai pembelajaran Pendidikan Pancasila berbasis gerakan tari ini.
Dukungan kuat juga datang dari para guru kelas IV SDN Utan Kayu Selatan 05 Pagi yang mendampingi proses penerapan produk sejak awal. Damar Trionggo Seto, M.Pd. mengungkapkan ketertarikannya untuk mengintegrasikan Civic-Dance ke dalam agenda rutin sekolah.
“Gerakannya sangat bagus dan edukatif. Kami berharap tarian Civic-Dance ini bisa ditarikan bersama secara kolosal oleh seluruh siswa setiap hari Selasa saat kegiatan pembiasaan pagi di sekolah,” ungkap Damar.
Sementara itu, Ikawati, M.Pd. yang turut mengamati dinamika kelas menyarankan agar kolaborasi dan pengembangan inovasi semacam ini terus berlanjut ke depan.
“Anak-anak sangat antusias dan ceria. Pembelajaran seperti ini harus terus dilanjutkan. Bahkan, kami mendorong tim peneliti untuk membuat inovasi kreatif lainnya, misalnya lagu dan gerakan tari bertema kepedulian lingkungan seperti aksi ‘pungut sampah’,” tutur Ikawati.
Keberhasilan penerapannya di SDN Utan Kayu Selatan 05 Pagi membuktikan bahwa produk Civic-Dance tidak hanya valid secara teoretis, tetapi juga sangat praktis dan diterima dengan baik oleh guru maupun siswa di Sekolah Dasar.
Tim peneliti berharap terobosan ini dapat menjadi referensi model pembelajaran karakter yang adaptif di era Kurikulum Merdeka.
(***)




