Tradisi Giling Manten di Sragi Pekalongan Jawa Tengah

Giling Manten Ramai Dikunjungi Warga

Sebelum masuk ke acara inti yaitu penggilingan manten, biasanya dilakukan arak-arakan atau Ritual kirab yang diikuti oleh warga sekitar bahkan dari warga Pekalongan sendiri banyak yang hadir untuk menyaksikan acara tersebut.

Pengantin giling ini merupakan sesuatu yang sangat unik, dan juga termasuk warisan budaya turun temurun yang dilestarikan sebagai tanda syukur atas hasil bumi yang diberikan oleh Allah swt.

Tradisi pengantin Giling ini juga biasa disebut dengan upacara tradisional yang bersifat kepercayaan yang dianggap sakral dan suci.

Karena tradisi pengantin giling dipercaya oleh masyarakat sekitar dapat menghindarkan dari gangguan roh-roh jahat.

Bacaan Lainnya

Kepercayaan mengenai hal ini telah berkembang sejak lama, yakni sejak zaman prasejarah yang dinilai sangat unik dan menjadi ciri khas daerah Sragi hingga saat ini.

Tradisi pengantin giling tersebut dilaksanakan oleh masyarakat setiap satu tahun sekali.

Adapun prosesi acara kirab pengantin giling tersebut diantaranya yaitu karnaval yang disertai dengan pemetikan tebu hingga penggilingan pengantin tersebut.

Didalam tradisi ini memerlukan beberapa benda yang harus disiapkan, antara lain satu paket ancak yang terdiri dari bubur cadil, bubur polos, bubur mojopahit, pecak welut, pecak udang, urab jantung, ayang panggang, tujuh golong kecil, kopi pahit, kopi manis, kelapa hijau, dan bajigur.

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *