SUARAPANTAU.COM – Mahasiswa Universitas Airlangga yang tergabung dalam Kelompok 1 Program KKN-BBK 8 Internasional 2026 mengunjungi Kota Kuno Zhengding sebagai bagian dari studi lapangan mengenai pelestarian warisan budaya dan pariwisata berkelanjutan.
Arsitektur tradisional di Kota Kuno Zhengding, mencerminkan kekayaan warisan budaya dan nilai sejarah kota tersebut.
Tembok Kota Kuno Zhengding yang ikonik, salah satu tengara bersejarah paling mudah dikenali di kota tersebut.
Kota Kuno Zhengding, yang terletak sekitar 15 kilometer di utara Shijiazhuang, Provinsi Hebei, merupakan salah satu kota kuno paling bersejarah di Tiongkok.
Dengan sejarah yang membentang lebih dari 1.600 tahun, kota ini pernah disejajarkan dengan Beijing dan Baoding sebagai satu dari tiga kota kuno terpenting di wilayah utara Tiongkok.
Wilayah ini tersohor sebagai “harta karun seni arsitektur kuno,” dengan 38 bangunan bersejarah yang berasal dari dinasti Sui dan Tang, 10 unit perlindungan warisan budaya tingkat nasional, serta lebih dari 7.600 artefak budaya dalam koleksi museumnya.
Tengara yang paling menonjol di antaranya adalah Kuil Longxing yang dibangun pada tahun 586 Masehi, tempat berdirinya patung perunggu Guanyin setinggi 21,3 meter—patung Buddha perunggu kuno tertinggi di Tiongkok.
Selama kunjungan tersebut, para mahasiswa menjelajahi kawasan bersejarah dan mengamati perpaduan antara arsitektur tradisional dengan perkembangan komersial modern.
Mereka juga mendaki Gerbang Selatan (Gerbang Chang Le) yang telah direkonstruksi, di mana tempat ini menyajikan pemandangan panorama kota kuno beserta bangunan-bangunannya dari berbagai dinasti yang masih terawat dengan baik.
Wawancara Budayawan Tiongkok
Mahasiswa melakukan observasi lapangan dan mewawancarai Dr. Li Jian Feng di Kota Kuno Zhengding sebagai bagian dari studi tentang pariwisata berkelanjutan dan pelestarian warisan budaya.
Di sela-sela penjelajahan, para mahasiswa mewawancarai Dr. Li Jian Feng dari Shijiazhuang Tiedao University (STDU), yang membagikan wawasan mendalam mengenai nilai budaya kota tersebut.
Ketika ditanya mengenai hal yang paling ia sukai dari Zhengding, sang profesor menyoroti tiga hal: arsitektur tradisional, perpaduan toko dan pameran modern, serta kuliner lokal.
Ia menyebutkan bahwa kota ini menawarkan pengalaman budaya yang utuh bagi para pengunjung.
Ia pun menyarankan agar wisatawan memulai perjalanan mereka dari Gerbang Selatan sebelum menyusuri jalan-jalan bersejarah.
Lalu kembali pada malam hari untuk menikmati pemandangan kota yang berhiaskan cahaya lampu.
Pesan Akademisi Dr. Li Jian Feng Dalam Merawat Budaya
Terkait pentingnya generasi muda mengunjungi situs-situs bersejarah, Dr. Li menekankan bahwa pengalaman semacam ini dapat membantu mereka memahami dan mengingat sejarah.
Ia mencatat bahwa, meskipun beberapa struktur telah dibangun kembali, melestarikan bangunan selama berabad-abad merupakan sebuah tantangan yang luar biasa besar.
Mengunjungi situs-situs ini memungkinkan generasi muda untuk menghargai pencapaian masa lampau dan merasa bangga akan warisan mereka.
Ia menambahkan bahwa memahami teknik pelestarian juga sangat bernilai, bahkan bagi generasi modern.
Lebih lanjut, Dr. Li mengungkapkan harapannya agar lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, datang ke Shijiazhuang untuk menyelami budayanya.
Ia merasa senang bahwa mahasiswa UNAIR menjadi salah satu kelompok pertama yang berkunjung dan mendorong lebih banyak anak muda untuk mengikuti jejak mereka.
Studi lapangan ini selaras dengan tujuan program dalam mendorong pendidikan, pertukaran budaya, dan pemahaman internasional.
Kegiatan ini turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya SDG 4 (Pendidikan Bermutu) dengan memberikan pembelajaran berbasis pengalaman, SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan).
Dengan mempromosikan pelestarian cagar budaya, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan menumbuhkan kolaborasi lintas budaya.
- Dilaporkan oleh: Kelompok 1 KKN-BBK 8 Internasional Beijing 2026, Universitas Airlangga
- Ditulis oleh: Chan Yan Ni dan Jee Wen Li
- Diterjemahkan oleh: Attalla Gunny Ramadhan
- Diedit oleh: Yutika Amelia Effendi
- Penerbit: Nazwa Charlotte Maritza
- Tanggal: 19 Juli 2026
- Lokasi: Kota Kuno Zhengding, Shijiazhuang, Tiongkok
Berita ini mendukung SDG 4: Quality Education, SDG 11: Sustainable Cities and Communities, dan SDG 17: Partnerships for the Goals.




