SUARAPANTAU.COM – Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu DKI Jakarta, Reki Putera Jaya mengungkap minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) Bawaslu DKI Jakarta menjadi tantangan tersendiri mewujudkan Pemilu yang berkualitas.
Hal tersebut, disampaikan dalam Roadshow Bawaslu DKI Jakarta berdialog Bersama organisasi kepemudaan di Jakarta Selatan, Rabu (17/9/2025).
Anggota Bawaslu DKI Jakarta Reki Putera Jaya menyebut masih adanya ketimpangan antara jumlah pengawas dengan yang diawasi yang terjadi pada tahapan Pemilu.
”Sebagai gambaran kongkrit untuk menunjang tugas pada tahapan Pada tahapan Verfak 1.588 orang (PPK dan Pantarlih). Sedangkan SDM Bawaslu yang tersedia untuk melaksanakan Pengawasan pada tahapan verfak adalah 3 orang (Panwascam) ditambah 1 (PKD). Disetiap Kecamatan yang bertugas diawasi oleh 4 pengawas,” ungkapnya.
Reki Putera Jaya menyebut, diperlukan terobosan adalah mencoba untuk mengkaji kemungkinan Rekrutmen Pengawas TPS (PTPS) dilakukan diawal tahapan.
Hal ini, kata Reki Putera Jaya agar dapat membantu Bawaslu melakukan Pengawasan secara maksimal dalam tahapan Pemilu.
“Khususnya tahapan-tahapan tertentu yang membutuhkan ekstra SDM untuk melakukan pengawasan,” terangnya.
“Misalnya tahapan coklik, verifikasi bakal calon dan kampanye,” jelasnya.
(ran)




