BENER MERIAH – Pemda Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh butuh perhatian pemerintah pusat untuk rehabilitasi jalan yang terputus. Dilaporkan sebanyak 122 jembatan, gorong-gorong, box culvert di Bener Meriah Terputus.
Hal tersebut, berdasarkan rilis Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melalui Dinas PUPR, Senin (1/12/2025).
Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bener Meriah, Al Fahmi menyebut, Kabupaten Bener Meriah butuh perhatian serius pemerintah Provinsi maupun Pusat untuk rehabilitasi kerusakan infrastruktur tersebut.
Baca juga: Komisi V DPR: Perbaikan Infrastruktur Dasar Percepat Penyaluran Logistik dan Bantuan Medis
“Maka untuk bisa melakukan rehab dan rekon ini akan membutuhkan waktu, biaya serta sumber daya yang besar agar semua kembali pulih dan akses akses kembali normal” teran fahmi.
Kerusakan infrastruktur ini, pasca Bencana Sumatera di penghujung November 2025 baru-baru ini.
Dampak Bencana hidrometeorologi Sumatera dipenghujung November 2025 menyisakan kerusakan infrastruktur skala besar.
Al Fahmi menyatakan hal tersebut dalam rapat evaluasi penanganan bencana dan melaporkannya kepada Sekretaris Daerah selaku kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Bener Meriah.
Fahmi menjabarkan sebanyak 122 titik tersebut tersebar di 10 kecamatan dengan status jalan nasional, jalan propinsi, jalan kabupaten hingga jalan produksi produksi pertanian.
“Informasi ini berdasarkan survei yang dilakukan dinas PUPR hari ini. 122 titik ini belum termasuk badan jalan yang amblas dan tertimbun longsor” ungkapnya.
Apa Itu Bencana hidrometeorologi ?
Bencana hidrometeorologi adalah bencana yang diakibatkan oleh aktivitas cuaca seperti siklus hidrologi, curah hujan, temperatur, angin dan kelembapan.
Bentuk bencana hidrometeorologi berupa kekeringan, banjir, badai, kebakaran hutan, longsor, angin puyuh, gelombang dingin, hingga gelombang panas.
Sejumlah wilayah Sumatera terdampak bencana hidrometeorologi.
(***)




