Buruh Apresiasi Presiden Prabowo Tidak Naikkan Harga BBM Subsidi dan Gas 3Kg

SUARAPANTAU.COM – Buruh Apresiasi Presiden Prabowo Subianto Tidak menaikkan harga BBM Subsidi dan Gas 3Kg. Langkah ini, diapresiasi sebagai bentuk keberpihakan terhadap rakyat kecil.

Padahal, diketahui fluktuasi harga energi global saat ini menjadi tekanan di sejumlah negara.

Ketua Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia (F.SPTI-KSPSI) DKI Jakarta, Ahamad Zulfikar memuji kemampuan Presiden Prabowo Subianto dalam situasi sulit ini.

Kalangan buruh menilai langkah ini sebagai bentuk perlindungan nyata terhadap daya beli pekerja yang saat ini sedang berupaya pulih.

Bacaan Lainnya

Kepada Suara Pantau, Ahmad Zulfikar menyatakan bahwa kebijakan ini memberikan angin segar bagi jutaan buruh di Indonesia.

Menurutnya, stabilitas harga BBM subsidi berdampak langsung pada terkendalinya biaya transportasi dan harga kebutuhan pokok.

​”Kami mengapresiasi atas keberpihakan Presiden Prabowo Subianto. Dengan tidak naiknya harga BBM subsidi dan gas 3 Kg, potensi lonjakan harga barang-barang di pasar dapat ditekan,” terangnya.

“Ini sangat berarti bagi para pekerja agar upah mereka tidak habis hanya untuk menanggung kenaikan biaya hidup,” ujar Ahmad Zulfikar dalam keterangannya di Jakarta, 24 April 2026.

​Ia menambahkan, meskipun yang tidak naik adalah kategori subsidi, namun dampaknya secara psikologis panic buying sangat besar terhadap stabilitas harga logistik nasional.

​Lebih lanjut, Fikar menjelaskan bahwa kepastian harga energi ini juga membantu menciptakan kondusivitas di lingkungan kerja. Pekerja tidak lagi dibayangi kekhawatiran akan kenaikan biaya komuter yang seringkali mengikuti kenaikan harga BBM.

​”Stabilitas harga energi adalah kunci stabilitas sosial. Kami melihat Presiden Prabowo memahami betul bahwa di masa transisi ini, rakyat membutuhkan kepastian, bukan beban tambahan,” tegasnya.

​Serikat Buruh berharap kebijakan pro-rakyat seperti ini tidak hanya berhenti pada sektor energi, tetapi juga merambah pada kebijakan perlindungan tenaga kerja lainnya.

​”Ini adalah awal yang baik. Kami berharap langkah ini terus dilakukan dan perhatian yang adil, sehingga visi Indonesia Maju benar-benar dirasakan oleh kaum buruh di garis depan produksi,” pungkas Fikar.

(Ran)

Baca Juga:

5 Tuntutan Buruh Respon Restrukturisasi BUMN Telkom Group

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi Suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *