Bahas Perlindungan Data Pribadi, Fraksi Gerindra Ingin Ada Otoritas Independen Pengendali Data

  • Whatsapp
Rachel Maryam

SUARAPATAU.COM, JAKARTA – Rapat kerja komisi I DPR RI bersama Pemerintah kembali di laksanakan dengan agenda rancangan undang – undang perlindungan data pribadi (PDP), pada Kamis (8/4/21).

Pembahasan PDP tersebut masih belum menemukan titik temu antara DPR dan Pemerintah mengenai otoritas atau badan yang menjadi pengawas dan pengendali data pribadi dikarenakan pemerintah menginginkan otoritas itu berada dibawah kendali Kominfo sedangkan Komisi I DPR RI harus ada otoritas Indevenden diluar kendali pemerintah.

Bacaan Lainnya

Pandangan Fraksi Gerindra yang disampaikan anggota komisi I DPR RI Rachel Maryam Sayidina menegaskan Fraksi Partai Gerindra tetap menginginkan lembaga pengawasan PDP berada dibawah otoritas indevenden.

Iklan PU Makassar

“Kami dari Fraksi Gerindra masih dengan pandangan yang sama dalam rapat enam April lalu bahwa sebaiknya lembaga otoritas ini tetap dibentuk lembaga indevenden dan tidak berada dibawah Kominfo,”paparnya saat rapat kerja komisi I DPR RI.

Anggota DPR RI tiga periode ini juga menanggapi argumentasi pemerintah tentang otoritas dibawah pengawasan kominfo belum bisa menjawab kekhawatiran publik terhadap independensi badan tersebut.

“Argumentasi yang disampaikan pihak pemerintah mengenai otoritas pengendalian data dibawah naungan pemerintah belum bisa menjawab kekhawatiran publik terhadap independensi badan tersebut bagamanapun publik membutuhkan kepastian badan  independensi yang terlepas dari kekuasaan politik agar dapat memberikan perlindungan yang memadai bagi publik sebagai subjek data,”ujarnya.

Diketahui berbagai praktik penyalagunaan data pribadi terutama skandal bocornya 87 juta pengguna facebook memantik kekhawatiran pemerintah dan dewan sehingga dibutuhkan undang – undang perlindungan data pribadi yang akan menjadi payung primer dalam penggunaan,pengumpulan,pengawasan,perlindungan,pemanfaatan terhadap subjek data.(*/rls)

Facebook Comments

Pos terkait