Amelia Any Marlina: Refleksi Pembelajaran Daring Matematika Berbasis STEM

  • Whatsapp
Amelia Any Marlina

*Penulis adalah Tenaga Pendidik SDN Pejuang VII Kota Bekasi

REFLEKSI DIRI selama masa pandemi Covid-19, pembelajaran secara daring diimplementasikan dengan beragam cara oleh tenaga pendidik di tengah penutupan sekolah yang telah berlangsung selama lebih kurang dua bulan guna mengantisipasi penyebaran virus corona.

Bacaan Lainnya

Namun implementasi tersebut dinilai tidak maksimal dan menunjukkan masih ada ketidaksiapan di kalangan siswa. Ketidaksiapan itu juga mengartikan masalah yang dihadapi para siswa, berupa kurangnya kuota, masalah jaringan, bahkan mereka yang masih terbatas untuk memiliki handphone.

Hal tersebut menjadi suatu kendala dalam proses PBM secara daring. Hal ini menjadi suatu pemikiran bagi tenaga pendidik untuk meningkatkan cara yang efektif dalam pembelajaran daring seperti sekarang ini.

Saya selaku tenaga pendidik mengerti bahwa proses pembelajaran daring ini tidaklah mudah untuk diimplementasikan. Namun, saya tetap berusaha untuk menjalankannya dan mengikuti berbagai perubahan yang dilakukan. Awal mula diberlakukannya pembelajaran daring ini, saya menjalankannya sesuai jadwal seperti pembelajaran pada saat tatap muka.

Saya memberikan materi lalu mengadakan diskusi daring dan memberikan tugas sesuai topik yang saya berikan. Lalu kegiatan itu berlanjut seterusnya. Namun, pihak sekolah membuat perubahan sistem pembelajarannya dengan cara pembelajaran berbasis proyek dengan menggunakan media pembelajaran yang disekitar lingkungan rumah siswa.

Pembelajaran berbasis proyek ini sangat membantu, hal yang lebih difokuskan adalah lebih kepada produknya. Pembelajaran daring yang dilakukan adalah dengan menggunakan zoom meeting dibantu dengan platform youtube dalam penyampaian materi.

Dalam mata pelajaran matematika pada kelas VI, saya juga menggunakan pembelajaran daring berbasis proyek dengan menggunakan media pembelajaran yang disekitar lingkungan rumah siswa. Pembelajaran berbasis proyek ini adalah strategi baru yang saya gunakan.

Tujuan dari pembelajaran dengan strategi ini adalah agar para murid tidak merasa jenuh ataupun bosan dengan startegi pembelajaran yang sebelumnya. Mereka lebih bisa bekerja sama dengan orangtua/keluarga terdekat dan juga bisa menghemat dalam penggunaan kuota internet. Mereka bisa lebih berkreasi dalam pengerjaan proyek mereka tersebut.

Topik yang saya berikan dalam proyek ini adalah tentang menghitung debit air yang ada pada wadah yang ada di rumah. Dalam topik menghitung debit air pada suatu wadah, saya mengarahkan para siswa untuk berkreasi dengan menggunakan model STEM ilmu pengetahuan (science), teknologi (technology), teknik (engineering), dan matematika (math) atau disingkat STEM. STEM merupakan singkatan dari sebuah pendekatan pembelajaran interdisiplin antara Science, Technology, Engineering and Mathematics. Torlakson (2014) menyatakan bahwa pendekatan dari keempat aspek ini merupakan pasangan yang serasi antara masalah yang terjadi di dunia nyata dan juga pembelajaran berbasis masalah.

Sebelum melaksanakan Proses Belajar Mengajar daring ini, saya melakukan perencanaan kegiatan belajar mengajar dengan menyiapkan RPP tematik daring dan menyiapkan bahan ajar daring untuk membantu dalam penyampaian materi daring ini.  Selanjutnya, pada pelaksanaan pembelajaran dengan model STEM ini, memiliki Langkah-langkah berikut ini: Reflection, Research, Discovery, Application, Communication.

  • Reflection : Siswa menonton video pembelajaran mengenai pentingnya air dalam kehidupan sehari-hari, siswa diminta untuk bertanya jawab terkait air dalam kehidupan sehari-hari dan mengidentifikasi permasalahan yang ditampilkan.
  • Research : Guru menayangkan video pembelajaran  mengenai pengaruh air sebagai kebutuhan dasar bagi manusia dan makhluk hidup lainnya dan mengidentifikasi permasalahan yang ditampilkan
  • Discovery : Guru menjelaskan terkait pentingnya air dalam kehidupan, guru meminta  siswa untuk memilih wadah untuk menampung air yang akan dihitung. Siswa diminta untuk mencari rumus perhitungan volume dan debit air di buku siswa atau sumber lainnya.
  • Application : melakukan observasi pada Lembar Kerja dan mengamati debit air pada wadah.
  • Communication : melakukan presentasi hasil pengamatan yang dilakukan oleh siswa. Menyimpulkan Bersama guru.

Jadi tujuan topik ini dengan strategi pembelajaran daring berbasis proyek adalah agar mereka lebih menikmati pembelajaran mereka, lebih kreatif, mampu kooperatif dengan keluarga dan juga menghemat penggunaan internet.

Setelah proyek ini selesai, saya mencoba untuk menanyakan bagaimana respon mereka atas proses pembelajaran daring yang sudah mereka ikuti selama ini. Para siswa mengatakan bahwa mereka mendapatkan hal yang positif setelah daring ini.

Mereka mengatakan bahwa mereka lebih mandiri dalam belajar, lebih bisa memahami topik-topik yang diberikan dan dengan begitu mereka lebih mendapatkan ilmunya, mereka juga menikmati proyek dengan media yang dekat dengan lingkungan rumah. Mereka cukup menikmatinya.

Refleksi terhadap proses pembelajaran daring dengan dan sebelum berbasis proyek ini adalah saya lebih melihat para siswa cukup mampu dan kreatif dalam mengerjakan proyek mereka meskipun masih ada di antara mereka yang sedikit pasif.

Saya juga lebih banyak mengetahui hal-hal baru dalam penggunaan aplikasi belajar daring, seperti yang biasa saya gunakan yaitu google classroom, lebih mendalami sedikit banyak dunia digital untuk pembelajaran, karena di zaman sekarang pembelajaran tidak hanya dengan manual, namun sudah lebih penggunaan digital.

Hal-hal yang perlu diperbaiki untuk pembelajaran selanjutnya untuk saya adalah lebih mendalami penggunaan aplikasi-aplikasi digital yang ada untuk pembelajaran daring masa pandemi ini agar proses belajar mengajar daring lebih menarik dan mampu memotivasi siswa dalam belajar.

Guru harus mampu membuat model dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakter siswa di sekolahnya. Penggunaan beberapa aplikasi pada pembelajaran daring sangat membantu guru dalam proses pembelajaran ini. Guru harus terbiasa mengajar dengan memanfaatkan media daring kompleks yang harus dikemas dengan efektif, mudah diakses, dan dipahami oleh siswa.

Namun sekali lagi, pilihlah aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan guru dansiswa itu sendiri. Tidak semua aplikasi pembelajaran daring bisa dipakai begitu saja. Namun harus dipertimbangkan sesuai kebutuhan guru dan siswa, kesesuaian terhadap materi, keterbatasan infrastrukur perangkat seperti jaringan. Sangat tidak efektif jika guru mengajar dengan menggunakan aplikasi zoom metting namun jaringan atau signal di wilayah siswa tersebut tinggal tidaklah bagus.

Keberhasilan guru dalam melakukan pembelajaran daring pada situasi pandemi Covid-19 ini adalah kemampuan guru dalam berinovasi merancang, dan meramu materi, metode pembelajaran, dan aplikasi apa yang sesuai dengan materi dan metode.

Kreatifitas merupakan kunci sukses dari seorang guru untuk dapat memotivasi siswanya tetap semangat dalam belajar secara daring (online) dan tidak menjadi beban psikis.

Di samping itu, kesuksesan pembelajaran daring selama masa Covid-19 ini tergantung pada kedisiplinan semua pihak. Oleh karena itu, pihak sekolah/madrasah di sini perlu membuat skema dengan menyusun manajemen yang baik dalam mengatur sistem pembelajaran daring. Hal ini dilakukan dengan membuat jadwal yang sistematis, terstruktur dan simpel untuk memudahkan komunikasi orangtua dengan sekolah agar putra-putrinya yang belajar di rumah dapat terpantau secara efektif.

Dengan demikian, pembelajaran daring sebagai solusi yang efektif dalam pembelajaran di rumah guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, physical distancing (menjaga jarak aman) juga menjadi pertimbangan dipilihnya pembelajaran tersebut. Kerjasama yang baik antara guru, siswa, orangtua siswa dan pihak sekolah/madrasah menjadi faktor penentu agar pembelajaran daring lebih efektif.(*)

Facebook Comments

Pos terkait