Jelang HUT Gerindra ke-15, Prabowo Minta Ahmad Muzani Pimpin Ziarah ke Makam Prof Suhardi

Jelang HUT Gerindra ke-15, Prabowo Minta Ahmad Muzani Pimpin Ziarah ke Makam Prof Suhardi

Di situlah mereka diberikan tugas yakni Prof Suhardi sebagai Ketua Umum, Muzani sebagai Sekjen, dan Thomas Djiwandono sebagai Bendahara.

“Kami semua menatap wajah Pak Hardi. Karena di situ saya baru kenal beliau. Tapi karena ini sudah menjadi tugas, maka kami bilang ke Pak Hardi, semua akan kita bicarakan di Jakarta (tentang pendirian Partai Gerindra),” jelas Wakil Ketua MPR itu.

Singkat cerita, Partai Gerindra berhasil menjadi partai politik yang resmi terdaftar di KPU. Sehingga pada Pemilu 2009, Gerindra berhasil mendapatkan 26 kursi di legislatif. Kemudian pada 2014 Gerindra mendapat 73 kursi dan pada 2019 bertambah menjadi 78 kursi di parlemen.

Mendiang Prof Suhardi Ketum Pertama Gerindra Pejuang Pangan Nasional

Prof Suhardi begitu konsisten dalam berjuang. Sehingga dia selalu mengkampanyekan antigandum, yaitu dengan mengkonsumsi makanan berupa umbi-umbian yang menjadi kekayaan alam nusantara.

Bacaan Lainnya

Karena dengan begitu bisa menghemat devisa negara, menggairahkan perekomian rakyat, dan bisa menjaga kesehatan tubuh.

“Prof Suhardi itu adalah orang yang sangat mampu menerjemahkan pesan Ketua Dewan Pembina (Prabowo). Beliau sangat konsisten dalam perjuangan. Kadang seorang pemimpin berbicara yang tidak relevan ketika masanya. Tapi setelah pemimpin itu tiada, maka perkataan-perkataannya itu menjadi relevan sekian tahun setelahnya. Itu terbukti dari ucapan-ucapan Bung Karno, Bung Hatta, dan pahlawan lainnya,” papar Muzani.

“Dulu Pak Suhardi selalu mengkampanyekan untuk tidak mengkonsumsi gandum dan menggantinya dengan umbi-umbian. Karena itu dinilai bisa menghemat devisa negara, menjaga tubuh tetap sehat, dan menggairahkan ekonomi rakyat. Mungkin dulu ucapan itu sering dipandang sebelah mata, tapi sekarang terbukti bahwa pemikiran beliau saat ini sangat relevan di tengah ancaman kelangkaan pangan dan menjadi gaya hidup sehat,” jelas Muzani.

“Termasuk sosok Pak Hardi. Saya adalah salah satu orang yang memahami dan mengerti perkataan Pak Hardi dahulu yang menjadi relevan di masa sekarang. Itulah sosok pemimpin yang betul-betul memahami tentang permasalahan-permasalahan yang akan dihadapi di masa yang akan datang,” tambahnya.

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi Suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *