Ia pun menggarisbawahi bahwa Astana merupakan kota pertama yang mengikat hubungan kerja sama antar Ibu Kota dengan Nusantara.
Kerjasama Perkuat Bilateral Kazakhstan-Indonesia
Penandatanganan MoU kerja sama antara Ibu Kota Kazakhstan dan Ibu Kota Indonesia ini bernilai simbolis menegaskan semakin eratnya hubungan bilateral kedua negara pada tahun selebrasi usia ke-30 hubungan bilateral yang jatuh di tahun 2023.
“Kami bersyukur kepada Allah SWT karena tugas khusus dari Presiden Joko Widodo agar KBRI Astana mengawal perpindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Nusantara dapat kami laksanakan sebaik-baiknya,” kata Dubes Fadjroel.
Mulai dari memfasilitasi Tim Panitia Khusus Perancang Undang-undang Ibu Kota Negara DPR-RI bersama Tim Bappenas pada Januari 2022 sampai hari ini (Senin, 3 Juli 2023) memfasiltasi kehadiran Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara Bambang Susantono untuk menandatangani Sister City yang pertama antara Ibu Kota Nusantara dengan Ibu Kota Astana”, lanjutnya.
MoU akan menghadirkan jalinan kerjasama saling menguntungkan di mana Astana dapat berbagi kesuksesan dan pengalamannya membangun Ibu Kota, serta di sisi lain Nusantara, dalam pembangunannya dapat berbagi praktik terbaik terkait pembangunan sustainable forest city.
Kerja sama kedua Ibu Kota mencakup berbagai bidang seperti di antaranya ekonomi, energi, transportasi, pengelolaan kota dan budaya.
“Terimakasih kepada Presiden Joko Widodo untuk penugasan yang terhormat untuk kemajuan hubungan diplomatik Kazakhstan – Indonesia ini, Kemenlu Jakarta yang memberikan arahan, Kemenlu Kazakhstan yang selalu mendukung, pimpinan dan seluruh staf Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dan KBRI Astana yang bekerja tak kenal lelah, serta Gubernur Astana Zhenis Kassymbek dan Akimat Astana yang sangat aktif dan bekerja efektif hingga Sister City Nusantara – Astana ini terwujud. Ini adalah hadiah terindah 30 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Kazakhstan serta penugasan saya sebagai Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kazakhstan dan Tajikistan”, papar mantan Jubir Presiden Jokowi tersebut.
Sebelum penandatanganan MoU, Bambang Susantono dan delegasi berkesempatan mengunjungi pusat pemantauan (monitoring center) lalu lintas kota Astana, keamanan kota, serta ke Pusat Perencanaan Tata Kota Astana.




