SUARAPANTAU.COM – Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR Harap Personel Keamanan Disiagakan di Bandara Perintis Daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Hal ini, disampaikan oleh Kapoksi Komisi V DPR RI Fraksi Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya, di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Penembakan Pilot Smart Air di Papua Selatan
Anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini, menyayangkan insiden penembakan terhadap dua pilot maskapai PT Smart Cakrawala Aviation (Smart Air) oleh kelompok bersenjata di Bandara Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Selasa (11/2/2026).
Danang Wicaksana menegaskan bahwa konektivitas udara merupakan urat nadi kehidupan masyarakat di wilayah terluar.
Menurutnya, keselamatan pilot dan kru penerbangan adalah harga mati yang harus dijamin negara.
“Kami meminta pemerintah menjamin keamanan bandara perintis agar distribusi logistik dan pergerakan manusia di daerah 3T tidak terhenti akibat teror,” ujar Danang Wicaksana di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Ia juga mendorong adanya respon cepat untuk pemulihan situasi keamanan pasca-insiden.
Anggota DPR RI Dapil Jateng III ini, mengingatkan ancaman keamanan yang berlarut-larut berpotensi membuat maskapai takut beroperasi.
Dampaknya, masyarakat di daerah pedalaman bisa semakin terisolasi, sementara harga kebutuhan pokok melonjak akibat terganggunya pasokan.
“Karena itu, kami meminta penempatan personel keamanan yang memadai di objek vital transportasi udara perintis,” terangnya.
“Kami berkomitmen memperjuangkan perlindungan bagi para pahlawan transportasi yang bertaruh nyawa demi merajut konektivitas Nusantara,” tutup Danang.
(***)




