Aktivis Pendidikan Dorong Percepatan Vaksinasi untuk Siswa

  • Whatsapp
Foto ilustrasi: int

SUARAPANTAU.COM, JAKARTA – Aktivis peduli pendidikan mendorong pemerintah untuk mempercepat program vaksinasi bagi masyarakat usia sekolah diatas 12 Tahun ke atas. Sebelumnya, diketahui pemerintah daerah diberikan kewenangan untuk melaksanakan proses pembelajaran tatap muka dengan beberapa ketentuan.

Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah se Indonesia, Ismail Mahmud berharap agar percepatan vaksinasi untuk pelajar terus dilakukan.

Bacaan Lainnya

“Program vaksinasi untuk pelajar di sekolah harus terus dilaksanakan dan didukung oleh semua pihak, mengingat kalender akademik sudah memasuki tahun ajaran baru kembali,” jelasnya.

Lebih lanjut, dirinya khawatir jika beberapa sekolah di daerah menggelar pembelajaran tatap muka tanpa melakukan vaksinasi kepada peserta didik.

“Kebijakan pembelajaran tatap muka sekarang ada di daerah, kita khawatir jika ada sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka sementara peserta didik nya belum banyak yang divaksin,” tambahnya.

Terakhir, dirinya mengajak kepada semua pihak untuk memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya anak sekolah tentang pentingnya vaksin demi percepatan pembelajaran tatap muka secara menyeluruh.

“Perlu dukungan semua pihak untuk memberikan edukasi tentang pentingnya vaksinasi pada anak sekolah agar pembelajaran tatap muka bisa segera dilakukan secara menyeluruh. Jangan sampai dunia pendidikan kita semakin tertinggal jauh karena kurang efektif nya pembelajaran online,” harapnya.

Sementara itu, Wakil ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Keguruan dan Ilmu Pendidikan Seluruh Indonesia (IMAKIPSI) Muhamad Fariz Salman Zulkipli pun berpendapat bahwa untuk menyambut pembelajaran tatap muka, perlu adanya vaksinasi terhadap siswa siswi sekolah yang masif dan progresif.

“Siswa siswi sudah merasa bosan untuk melakukan pembelajaran daring, bahkan terjadi problematika baru dengan meningkatnya angka putus sekolah dari berbagai jenjang. Maka dari itu perlu ada sebuah komitmen dan kerjasama semua pihak dalam mengatasi hal ini. Mulai dari state sampai kepada civil society agar terwujudnya siswa yang berpengetahuan, berskill, bermoral dan bernilai sesuai yang dicita citakan oleh tujuan pendidikan Nasional,” ungkapnya.

(*)

Facebook Comments

Pos terkait