Pengembangan HOT dan Literasi Tim Edukasi Kemanusiaan PGSD FIP UNJ

Kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ) - SUARAPANTAU.COM

Khususnya dalam pendidikan anak usia dini masih banyak keluhan dari guru mengenai kesulitan dalam mengoperasikan internet, internet tidak stabil, kesulitan menyusun perencanaan pembelajaran yang sederhana, kesulitan mengomunikasikan pesan kepada orang tua.

Disisi lain keluhan dari orang tua yaitu kesulitan mendampingi anak belajar karena belum paham caranya, tidak biasa menggunakan teknologi digital untuk pembelajaran anak, tidak memahami maksud pesan yang disampaikan oleh guru dan lain-lain.

Dengan adanya program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi merupakan kerangka untuk menyiapkan mahasiswa untuk menjadi lulusan yang tangguh, relevan dengan kebutuhan zaman, dan siap menjadi pemimpin dengan menjunjung semangat kebangsaan yang tinggi.

Salah satu dengan adanya program MBKM dalam upaya penguatan implementasi pembelajaran di luar kampus. Melalui program MBKM dengan kekhasan LPTK, diharapkan dapat mengembangkan kompetensi mahasiswa untuk melaksanakan pembelajaran berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skills) dan literasi dalam bentuk kegiatan edukasi kemanusiaan.

Bacaan Lainnya

Program edukasi kemanusiaa ini dilaksanakan oleh Prodi PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) FIP UNJ diberi judul “Pendampingan Pengembangan Higher Order Thinking Skills (HOTS) dan Literasi Melalui Program Edukasi Kemanusiaan bagi Masyarakat di Wilayah Setiabudi Jakarta Selatan DKI Jakarta” dengan lima jenis kegiatan yang dilakukan mahasiswa dan dosen dengan melibatkan orang tua dan anak-anak di wilayah Setiabudi Jakarta Selatan.

Adapun kelima kegiatan tersebut berupa Literasi baca tulis (pembiasaan membaca, minat/gemar membaca melalui TBRA), Pendampingan orangtua dengan menggunakan modul parenting, Menumbuhkembangkan karakter melalui buku cerita dan bermain Engklek Karakter, Literasi numerasi (bermain matematik), Edukasi pola hidup sehat dan religius.

Kegiatan berlangsung sejak 16 Oktober 2021 sampai 6 November 2021 yang melibatkan dosen sebanyak lima orang dan mahasiswa lima orang juga, serta masyarakat yakni anak-anak dan orang tua siswa lebih dari 20 orang yang ada di wilayah Setiabudi Jakarta Selatakan DKI Jakarta. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat terdampak pandemi Covid-19 di wilayah Propinsi DKI Jakarta.

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *