Usia 40 tahun merupakan batas usia minimal yang diperbolehkan untuk mencalonkan diri sebagai calon presidium nasional KAHMI.
Pencapaian fenomenal bagi Rifqi, dimana baru beberapa pekan memenuhi batas usia minimal, lalu ikut berlaga dalam kontestasi di munas bersaing dengan para tokoh-tokoh senior KAHMI lain, dan puncaknya terpilih sebagai anggota presidium termuda.
“Hal ini membuktikan bahwa KAHMI itu organisasi intelektual muslim yang inklusif, tidak hanya mewakili satu kalangan tertentu. KAHMI itu untuk semua,” ujar Rifqi. Sosok Rifqi terbilang unik karena ia juga satu-satunya alumni HMI di Fraksi PDI Perjuangan DPR RI masa bakti 2019-2024.
Baca juga: Pelantikan KAHMI Iran dan Britania Raya, Fadjroel Rachman: HMI Harapan Masyarakat Indonesia
Usai terpilih Rifqi juga meminta dukungan agar ia bisa mengemban amanah dengan baik. “Mari kita perkuat bersama-sama agar KAHMI sebagai organisasi intelektual muslim bisa menghasilkan gagasan dan pemikiran untuk kemajuan umat dan bangsa Indonesia,” pungkas Rifqi.
Meski masih terbilang muda, kiprah Rifqi di KAHMI sebenarnya sudah terentang panjang. Ia pernah menjadi Ketua KAHMI Kota Banjarmasin (2011-2016) dan Koordinator Presidium KAHMI Kalimantan Selatan (20150-2020).
Baca juga: Presidium KAHMI Temui Presiden Jokowi di Istana Bogor Undang Hadiri Munas KAHMI
Profil Rifqinizamy Karsayuda
Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, lahir 6 November 1982 adalah seorang Politisi-Intelektual.
Rifqi Karsayuda begitu ia akrab dipanggil adalah Putra pertama Pasangan H.Muhammad Karsayuda (Alm) dan Hj.Rusdiniyah. Ayahnya berasal dari Desa Mahang, sementara Ibunya dari Desa Pandawan.
Muhammad Rifqinizamy Karsayuda menikah dengan Gusti Anisa Wulandari dan dikaruniai Muhammad Alfath Alfaroby dan Muhammad Difesa Pravda.




