76 Tahun HMI: Membumikan Paradigma Islam Empowering

Riyanda Barmawi

Hanya dengan gadget, seseorang dapat melakukan transaksi jual beli ataupun layanan lainnya. Perkembangan ini yang mesti dijawab HMI pada masa mendatang, melalui aksi nyata menumbuhkan kelas-kelas entrepreneur, utamanya di kalangan kader-kader HMI.

Dalam kerangka Islam empowering, upaya mewujudkan kelas entrepreneur mestinya dipusatkan dalam trayek yang inklusif, tidak diorientasikan pada kepentingan pribadi atau kelompok semata, melainkan untuk semua.

Dengan karakter inklusifitas inilah penguatan entrepreneurship dapat dilakukan dengan kolaborasi dan kerjasama antar elemen.

Bagaimanapun juga entrepreneurship bukan semata-mata tentang harga maupun keuntungan. Yang lebih substansial dalam entrepreneurship adalah menciptakan nilai baru, yakni memberi efek yang berkelanjutan dalam pembangunan ekonomi nasional.

Bacaan Lainnya

Prinsipnya kerjasama dan kolaborasi dalam kerangka Islam empowering dipahami sebagai proses dan transfer daya dari lingkungan sekitar. Artinya kerjasama dan kolaborasi bukan ditujukan untuk mendapatkan akses istimewa.

Karena kalau terjadi demikian, keistimewaan (privilage) tersebut, rentan menciptakan pelaku usaha yang disebut, dalam konsepsinya Riggs, sebagai “pariah enterpreneurs”.

Bukannya membentuk self-Independence, justru dengan akses istimewa itu semakin mempertajam ketergantungan yang pada gilirannya menjadi dalam ruang-ruang kompetisi free market.

Oleh karenanya, kelas-kelas entrepreneur yang terbingkai di dalam Islam empowering, hendaknya memiliki karakteristik tersendiri. Mereka tak hanya dituntut agar lebih menghargai prestasi daripada uang atau semangat dan kerja keras.

Namun lebih dari itu para entrepreneur juga harus memiliki wawasan serta perspektif yang jauh ke depan, termasuk mempunyai keterampilan dalam mengorganisir sumberdaya yang dapat menciptakan nilai tambah.

Penulis: Riyanda Barmawi
*Ketua Bidang Ekonomi Pembangunan PB HMI

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi Suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *