DPP KNPI Geram Rumah Singgah Bung Karno di Padang Rata Dengan Tanah

Rumah Singgah Bung Karno di Padang Rata dengan Tanah

Sejarah Rumah Singgah Bung Karno di Padang

Sejarah rumah tinggal Emma Idham sebelum menjadi rumah singgah Bung Karno, rumah tersebut mulanya berfungsi sebagai hunian keluarga Dr. Woworuntu.

Barulah pada Maret 1942, Bung Karno mulai menempatinya. Awal mula Bung Karno tinggal di rumah Emma Idham adalah lantaran pemerintah Belanda takut Presiden RI pertama tersebut dimanfaatkan oleh Jepang yang akan mendarat di Indonesia.

Alhasil, Presiden Soekarno direncanakan akan “dibuang” ke Bengkulu. Akan tetapi, saat hendak berangkat, kapal yang akan mengantarkan Bung Karno rusak.

Baca Juga: DPP KNPI Kritik Pemerintah Belum Optimal Dorong Sektor Pertanian Sebagai Kekuatan Ekonomi Negara

Bacaan Lainnya

Sebagai alternatif, pemerintah Belanda lantas mengirim Bung Karno ke Padang dengan gerobak sapi. Setibanya di Padang, Bung Karno tinggal di rumah Emma Idham dan menetap selama tiga bulan.

Ketua Umum DPP KNPI Yana Maulidia Jusra mengkritik tegas Pemerintah Kota Padang Terkait rumah singgah Bung Karno yang diratakan dengan tanah.

Baca Juga: Kronologi Calon Penumpang di Padang Merasa Dirugikan Saat Pesan Tiket di Traveloka

Hal ini dinilai merupakan bentuk kelalaian Pemerintah setempat khususnya Pemkot Padang.

“Rumah singgah Bung Karno itu telah ditetapkan menjadi cagar budaya. oleh sebab itu, mesti mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat dalam melindungi dan melestarikan keasliannya,” tegasnya.

Menurutnya, apa yang terjadi sekarang terhadap rumah itu, murni kelalaian pemerintah setempat dan harus dipertanggungjawabkan.

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi Suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *