“Kondisi yang sering terjadi di luar kebiasaan kita, yaitu harus sanantiasa berpikir ‘outside the box’ di luar wilayah keahlian kita,” kata Niken.
Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Dkatadata.com dan databox tentang Nilai Gross Merchandise Value (GMV) Asia Tenggara tahun 2021-2025 menyatakan bahwa ekonomi digital Indonesia berada pada urutan tertinggi di Asia Tenggara.
“Dalam rangka mewujudkan potensi Indonesia menjadi The Digital Energy of Asia maka diperlukanya masyarakat Indonesia untuk mengikuti Gerakan Nasional 1000 StartUp Digital,” ujar niken.
Niken menambahkan, program tersebut adalah pengembangan kapasitas SDM di bidang TIK dalam rentang usia 18-40 tahun yang mempunyai niat dan semangat membangun usaha digital atau technopreuner.
Sementara itu narasumber terakhir, Faradhita Delicia Savira selaku CMO Titipku mengatakan bahwa Titipku adalah aplikasi untuk belanja pasar dari rumah. Titipku sudah melayani lebih dari 50.000 customer dengan jumlah 100 pasar di area jabodetabek.
“Kemajuan teknologi digital saat ini mempermudah kita untuk kegiatan berbelanja, kita tidak perlu repot ke pasar untuk berbelanja, cukup dengan menggunakan handphone dari rumah masyarakat sudah bisa membeli kebutuhannya melalui e-commerce,” kata Faradhita.
(***)




