“Sebab itu kami menduga ada permainan mengapa sulbar masih bertahan di posisi teratas masalah stunting di Indonesia, itu perlu dievaluasi kembali,” lanjutnya.
Putra kelahiran Polewali Mandar ini mendesak kepada Penjabat Gubernur Sulbar Akmal Malik agar mencopot jabatan Kepala Dinas Kesehatan Sulbar drg. Asran Masdy.
Irwan menilai Kadis Kesehatan tidak mampu menangani stunting di Sulbar.
Baca Juga: Relawan AIM OTW Mulai Panaskan Mesin Galang Dukungan Andi Ibrahim Masdar di Pilgub Sulbar
“Masalah ini soal kemampuan manajerial kepemimpinan yang tidak mampu menangani stunting. Sulbar tetap bertahan di posisi puncak setelah NTT, kami meminta kepada Pj. Gubernur agar mencopot drg. Asran Masdy sebagai Kepala Dinas Kesehatan Sulbar,” tegasnya.
Sementara itu, Koordinasi Advokasi SANDEK Sulbar, Ali Mustafa Saputra menegaskan hal ini adalah persoalan serius yang perlu disikapi.
Pihaknya saat ini tengah melakukan konsolidasi terkait gagalnya penanganan stunting di Sulbar.
“Indonesia sedang mempersiapkan diri menuju Indonesi Emas 2045 sementara di depan mata ada bonus demografi. Hal ini bisa jadi ancaman demografi jika pengelolaan stuntingnya gagal,” tutupnya.
(***)




