Bamsoet Beri Kode Cuaca Akan Berubah, Sinyal Isu Munaslub Golkar?

Politisi Golkar, Bambang Soesatyo
Politisi Golkar, Bambang Soesatyo

SUARA PANTAU – Politisi Senior Partai Golkar, Bambang Soesatyo memberi isyarat cuaca akan berubah dan kebenaran akan menemukan jalannya.

Diketahui, santer memanasnya isu Munaslub Golkar saat ini ditengah dinamika politik tanah air beberapa hari ini, Ahad (8/11/2026).

Belum diketahui, apakah kode Bambang Soesatyo ini memberikan sinyal sindiran di internal Partai Golkar atau seperti apa.

Bahlil Bantah Terlibat

Sementara itu, Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia membantah terkait berita miring yang menyebut keterkaitan dirinya dengan penyadapan.

Bacaan Lainnya

Bahlil Lahadalia juga tengah diterpa isu miring terkait dugaan kedekatannya dengan fatsun politik Pro Jokowi menyusul memanasnya isu penyadapan Presiden RI Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat dan tokoh nasional lainnya.

Kendati demikian, Bahlil Lahadalia dan Sekjen Partai Golkar, M Sarmuji membantah isu miring terkait Bahlil Lahadalia dan penyadapan oknum perwira tinggi Polri yang sedang berkasus saat ini.

Berikut unggahan Bambang Soesatyo di laman pribadinya:

Mereka yang hari ini berdiri angkuh karena diberi kekuasaan, mungkin lupa: angin tidak pernah bersumpah setia kepada siapa pun. Ia berembus ke arah yang menguntungkan, lalu pergi ketika musim berganti.

Kekuasaan sering membuat seseorang salah membaca kesetiaan. Tepuk tangan dianggap dukungan, senyum dianggap pengabdian, dan kerumunan dianggap benteng. Padahal, banyak orang berdiri di belakangnya bukan karena percaya, melainkan karena belum menemukan saat yang tepat untuk menjauh.

Itulah paradoks paling kejam dari kekuasaan: ketika seseorang merasa dirinya tak tergantikan, justru pada saat itulah ia mulai digantikan oleh keadaan. Ketika ia merasa semua masih tunduk, sebagian sudah menghitung jarak, sebagian menyiapkan pintu keluar, dan sebagian lagi menunggu momentum untuk mendorongnya jatuh.

Jangan terlalu mabuk oleh cuaca cerah. Langit politik tidak pernah benar-benar biru sepanjang waktu. Awan selalu datang, angin selalu berubah, dan kursi yang hari ini terasa kokoh dapat menjadi sangat dingin ketika tak lagi ada tangan yang menopangnya.

Karena itu, kekuasaan bukan alasan untuk menjadi angkuh. Ia adalah ujian untuk tetap rendah hati, adil, dan tahu diri.

Sebab pada akhirnya, bukan siapa yang paling keras menikmati tepuk tangan yang akan dikenang—melainkan siapa yang tetap tegak ketika cuaca telah berubah dan padi mulai menguning.

(***)

Baca Juga:

Ketua MPR RI Bamsoet Temui Prabowo Minta Doa Restu Pernikahan Putrinya

Bamsoet Minta Pemerintah Jaga Keseimbangan Ekonomi Nasional

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi Suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *