BPI: Cetus ‘Propaganda Rusia’, Jokowi Dianggap Tak Layak Untuk 2 Periode ?

SUARAPANTAU.COM, JAKARTA – Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI) Panji Nugraha mengatakan, pernyataan Jokowi soal “Propaganda Rusia” yang disematkan kepada lawan politik mendapat perhatian publik.

Pasalnya, pernyataan tersebut langsung ditanggapi oleh Kedubes Rusia untuk Indonesia yang menyatakan jika Rusia tak ikut campur dalam urusan politik dalam negeri Indonesia.

“Jokowi sebagai calon Presiden dan sekaligus Presiden RI seharusnya mampu berhati-hati membuat pernyataan yang sangat sensitif khususnya dalam aspek geopolitik dan hubungan bilateral antara Indonesia dengan Rusia jangan karena aspek politik praktis akhirnya Jokowi blunder menyatakan pendapat”, tutup Panji.

Panji menambahkan, publik akhirnya dapat menilai secara obyektif jika kapasitas Jokowi sebagai kepala negara kurang kapabel dan dapat dikatakan tak memahami konteks geopolitik.

Mengingat, pernyataan “propaganda Rusia” tersebut dapat ditafsirkan seolah Rusia ikut campur di Pemilu 2019.

“Konsekuensi pernyataan semburan dusta tersebut jelas sangat merugikan Indonesia sebagai mitra Rusia diberbagai bidang dan bukan tidak mungkin akan mendiskreditkan Jokowi sebagai kepala negara di mata dunia internasional, serta yang perlu digarisbawahi dari hal tersebut publik dapat menilai Jokowi tak mampu melaksanakan peran fatsun politik bebas aktif, netral tidak berpihak kepada negara manapun dan aktif menciptakan perdamaian dunia”, tutup Panji

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait