Berdasarkan analisis sentimen yang dilakukan PWS, pasca mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai satu-satunya capres yang diusung Partai NasDem, sentimen negatif terhadap partai besutan Surya Paloh itu mengalami kenaikan. Sebelum deklarasi, sentimen negatif terhadap Partai NasDem sebesar 11,7%, setelah deklarasi meningkat menjadi 16,1%.
Kendati pada hari pelaksanaan deklarasi (3 Oktober 2022) sentimen positif dan engagement terhadap Partai NasDem sangat tinggi, namun ditemukan kecenderungan (trend) pada hari-hari selanjutnya sentimen positif tersebut terus menurun sementara sentimen negatifnya terus meningkat.
Pada umumnya mentions bernada negatif terhadap Partai NasDem berkaitan dengan kekecewaan para konstituen partai tersebut yang memutuskan mencapreskan Anies.
Seperti diketahui Anies selama ini oleh para pendukung Jokowi diidentikan sebagai sosok pembela kelompok-kelompok Islam “garis keras”, sementara NasDem dikenal sebagai partai yang inklusif, penyokong utama Jokowi dan garda terdepan dalam mempertahakan NKRI.
Keputusan Surya Paloh mencapreskan Anies dinilai tidak konsisten dengan nilai basic values yang diperjuangkan Partai NasDem selama ini.
Jika sentimen negatif terhadap Partai NasDem terus naik bukan tidak mungkin suara partai tersebut akan merosot pada Pemilu 2024 nanti karena ditinggal oleh para pemilih tradisionalnya.



