Sigit Pamungkas: Petatah dan Petitih di Minangkabau

Sigit Pamungkas, Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

Kemudian yang ketiga yaitu tumbuhan, memang tumbuhan memiliki makna yang begitu banyak sehingga petatah petitih juga menggunakan tumbuhan untuk kalimat petuahnya.

Contohnya adalah:

“Bak Kayu lungga pangabek, bak batang dikabek ciek”

Artinya yaitu masyarakat yang terpecah belah, sebagai manusia tidak lazim jika kita juga tidak menyukai sifat seseorang namun dengan memutuskan tali silaturahmi persaudaraan atau kekerabatan hal tersebut tidak diperbolehkan karena setiap manusia membutuhkan satu sama lain. Selanjutnya yaitu gejala alam yang mana dalam bentuk ini terdiri dari lima petatah petitih salah satunya adalah:

Bacaan Lainnya

“Dek hujan sahari, ilang paneh setahun”

Seperti yang diungkapkan dalam kalimat tersebut menjelaskan mengenai sebaik-baiknya perbuatan manusia jika ada satu kesalahan maka kebaikan tersebut tidak ada maknanya. Bentuk terakhir adalah binatang yang mana dalam petatah petitih terdapat delapan jenis, salah satunya adalah berikut

“Takilek ikan dalam tabek lah tantu jantan jo batino”

Makna dari petatah petitih tersebut adalah adanya perbuatan manusia yang baik dan buruk, sebagai manusia kita tidak mungkin terhindar dari dua sifat tersebut karena manusia bukan merupakan makhluk sempurna. Namun, alangkah baiknya kita sebagai manusia juga memperbanyak sifat baik dan meminimalisir sifat buruk.

 

 

Dari beberapa argumen di atas maka dapat diberi kesimpulan jika setiap adat istiadat memiliki keunikannya masing-masing salah satunya adalah Suku Minangkabau yang memiliki petatah petitih sebagaimana pedoman bagi masyarakat minangkabau untuk kehidupannya sehari-hari oleh sebab itu didalamnya terdapat makna dari adat istiadat serta kepercayaan agama.

Sebagai masyarakat suku minangkabau kita harus menghormati dan mengimplementasikan petatah petitih dalam kehidupan sehari-harinya.

Penulis: Sigit Pamungkas
*Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

 

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi Suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar