”Giat yang kami lakukan di sekolah pilihan adalah Program Insentif Pengabdian Masyarakat Terintegrasi Dengan MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) Berbasis Kinierja IKU (Indikator Kinerja Utama) Tahun 2022 Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima Suarapantau.com, Jumat 16 Desember 2022.
Menurutnya, kegiatan pengabdian bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada orang tua dan akan pentingnya bimbingan orang tua pada anak usia dini karena anak pada masa ini belum mempunyai kecakapan baik teknis, pengetahuan, maupun emosi dalam mengakses berbagai informasi maupun hiburan di internet.
Lebih jauh, alumni program doktor Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar (UNM) ini menguraikan kegiatan pengabdian ini berupa sosialisasi tentang penggunaan handphone anak usia dini dalam mengakses internet.
Baca Juga: Dosen UNJ Gelar Pemberdayaan Masyarakat di Subang Jawa Barat
“Sangat memerlukan aturan dan pendampingan oleh orang tua agar anak terhindar dari dampak negatif dan tentunya orang tua perlu memiliki pengetahuan mengenai dampak positif dan negatif handphone serta cara dan waktu yang tepat memberikan anak akses internet,” imbuhnya.
Menurut Kasmawati, Anak-anak usia dini saat ini adalah “penduduk asli digital.” Mereka dibesarkan dengan teknologi, mereka mengenalnya sejak usia sangat dini.
Baca Juga: Fakultas Ilmu Olahraga UNJ dan LPPM UNJ Gelar Pengabdian Masyarakat di Desa Cisaat
“Teknologi digital menjadi satu aspek penting dalam faktor yang mempengaruhi perkembangan anak. Masuknya teknologi digital dalam kehidupan perkembangan anak menginvasi banyak tahapan perkembangan yang harusnya dicapai anak. Banyak aspek perkembangan anak yang harus melakukan penyesuaian terhadap lingkungan yang sudah berbasis teknologi,” papar Kasmawati yang juga Wadek I FKIP Unsultra ini.
Dia mencontohkan semisal berkaitan dengan mainan anak, hubungan anak dengan orang tua, dan lingkungan sekitar.




