Pentingnya Merumuskan Kembali Mata Pelajaran Kearifan Lokal Melestarikan Budaya Bangsa

Pentingnya Merumuskan Kembali Mata Pelajaran Kearifan Lokal Melestarikan Budaya Bangsa (Ilustrasi)

Urgensi Kearifan Lokal dalam Pelajaran di Sekolah

Maka dari itu kearifan lokal dapat dimasukkan ke dalam pendidikan sebagai salah satu usaha untuk melestarikan budaya lokal yang terdapat pada suatu daerah.

Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal menurut Zuhdan K. Prasetyo (2013:3) merupakan usaha sadar yang terencana melalui penggalian dan pemanfaatan potensi daerah setempat secara arif.

Hal itu, dalam upaya mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran. Agar peserta didik aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki keahlian, pengetahuan dan sikap dalam upaya ikut serta membangun bangsa dan negara.

Ada berbagai cara untuk mengenalkan kearifan lokal kepada anak-anak masa kini. Dilihat dari segi pengenalan budaya itu dapat dilakukan di jenjang pendidikan mulai dari SD mungkin sudah bisa dikenalkan dengan mengadakan satu mata pelajaran seni budaya dan keterampilan.

Bacaan Lainnya

Dalam pelaksanaan pelajaran tersebut sebagai seorang guru mungkin harus mengerti bagaimana cara agar siswa tertarik dengan kebudayaan yang ada di Indonesia.

Sehingga siswa tersebut dapat mengenal dengan baik kebudayaan yang ada di Indonesia ini sebelum mereka mengenal kebudayaan-kebudayaan yang datangnya dari luar negara kita.

Kedua, yaitu pengenalan budaya tata Krama yang sudah menjadi kebudayaan yang kental di Indonesia ini. Mungkin di sekolaha juga bisa diajarkan tata krama yang baik. Melalui perilaku seorang guru baik itu saat mengajar di sekolah maupun diluar sekolah.

Karena Guru dalam filosofi Bahasa Jawa adalah sebuah kata yang mempunyai makna “digugu lan ditiru”.

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi Suarapantau.com menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: redaksisuarapantau@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027

Pasang Iklan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar