Cold process dipilih agar cara pembuatan sabun lebih mudah ditiru kembali oleh para peserta acara yang ingin memanfaatkan sisa minyak jelantah di kemudian hari.
Pembuatan sabun memakan waktu sekitar satu jam, setelah itu sabun yang berada dalam cetakan didiamkan minimal dua minggu sebelum dapat digunakan.
Selain acara inti pembuatan sabun, dilakukan juga pre-test dan post-test untuk mengetahui kemampuan pengetahuan warga terkait pengelolaan sampah rumah tangga.
Baca Juga: Dosen UNJ Gelar Pelatihan Menulis Artikel untuk Siswa SMP dan SMA
Hasil post-test menunjukkan bahwa pengetahuan warga setempat meningkat setelah adanya pemberian materi dan praktek pembuatan sabun.
Hal tersebut menunjukkan bahwa adanya kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan warga terkait pengolahan limbah rumah tangga, terkhusus dalam hal ini yaitu minyak jelantah.
Baca Juga: Pengabdian Masyarakat PPs UNJ Kerjasama LPPM UNJ di Desa Bobojong Jawa Barat
Acara yang telah berlangsung selama dua hari tersebut mendapatkan respons positif dari warga setempat.
Sebelum acara berakhir, Kepala Desa Gunasari, H. Mukhtar menyampaikan bahwa warga setempat sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut.




